Bisnis.com, JAKARTA- PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) menargetkan produksi emas pada kisaran 180.000-205.000 ounces pada 2026. Target produksi emas MDKA itu naik tinggi dibandingkan realisasi 2025 yang sebanyak 103.156 ounces.
Lewat keterangan resmi, Selasa (3/2/2026), MDKA menyebut target produksi emas 2026 itu masih menunggu persetujuan RKAB (Rencana Kerja dan Anggaran Biaya). Target produksi emas MDKA 2026 akan berasal dari Tambang Emas Pani dan Tambang Emas Tujuh Bukit.
Albert Saputro, Presiden Direktur Merdeka Copper Gold mengatakan pada kuartal IV/2025, perseroan memajukan platform pertumbuhan sekaligus menjaga stabilitas operasional di seluruh portofolio.
"Dengan Tambang Emas Pani yang semakin dekat dengan produksi perdana, kinerja berkelanjutan di Tambang Tujuh Bukit, serta peningkatan skala bisnis nikel kami, Merdeka berada pada posisi yang kuat untuk memasuki fase pertumbuhan berikutnya dan menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham dan para pemangku kepentingan,” ujarnya
Selain target produksi emas 2026, MDKA juga mengincar operasi nikel lewat PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) sebanyak 8,0-10 juta wet metric tonnes (wmt) saporit dan 20-25 juta wtm limonit. Target pada bisnis nikel itu juga masih menunggu RKAB.
Sepanjang 2025, MBMA mencatat tambang nikel Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) memproduksi 7,0 juta wmt saprolit, naik 42% secara tahunan (year on year/YoY) dan 14,7 juta wmt limonit, tumbuh 45% YoY.
Baca Juga
- Prospek Saham AMMN, MDKA, dan ANTM Kala Harga Ekspor Tembaga Naik Februari 2026
- Konstituen MSCI Indonesia Small Cap Index Anjlok, Saham FILM, PTRO, MDKA Sentuh ARB
- MDKA Proyeksi Produksi Emas Tambang Pani Lampaui 90.000 Ounce Tahun Ini
Selain itu, fasilitas pengolahan hilir, termasuk proyek NPI, AIM, dan HPAL, terus berkembang sesuai rencana, memperkuat posisi terintegrasi Merdeka dalam rantai nilai bahan baku baterai serta mendukung peran Indonesia dalam transisi energi global.
Pada bisnis tembaga, MDKA melaporkan Tambang Tembaga Wetar mencatatkan produksi 2.990 ton tembaga pada Kuartal IV/2025 sehingga menjadi 10.454 ton sepanjang 2025.

