TABLOIDBINTANG.COM - Staf Netflix disebut bebas membawa pulang produk As Ever secara gratis, setelah kantor pusat raksasa streaming itu di Los Angeles dipenuhi barang-barang dari merek gaya hidup milik Meghan Markle. Informasi tersebut diungkapkan oleh Page Six berdasarkan keterangan sejumlah sumber internal.
“Katanya ada dua ruang penyimpanan yang penuh dengan produk As Ever,” ujar seorang sumber. “Barang-barang itu benar-benar dibagikan begitu saja kepada karyawan—bahkan ada satu staf yang keluar membawa 10 produk gratis.”
Menurut sumber, toples selai, lilin aromaterapi, anggur, hingga taburan kelopak bunga khas Meghan disimpan di ruang penyimpanan gedung Icon Tower dan Epic Building di kompleks Netflix yang luas di Hollywood.
“Stoknya memang sangat banyak,” kata sumber kedua, mengonfirmasi adanya kelebihan persediaan.
Meski demikian, sumber lain menyebutkan bahwa sebagian besar inventaris As Ever sebenarnya sudah lama dipindahkan ke gudang terpisah dan tidak lagi disimpan di kantor pusat Netflix. Produk yang tersisa di area perkantoran disebut hanya diperuntukkan bagi keperluan hadiah, sampel, dan promosi, sehingga karyawan diperbolehkan membawa pulang secara cuma-cuma.
Page Six mengungkapkan bahwa pihak Meghan Markle sebelumnya sempat membantah isu bisnisnya tengah bermasalah, setelah sebuah gangguan teknis di situs As Ever bulan lalu secara tak sengaja menampilkan data inventaris yang belum terjual—diperkirakan mencapai sekitar 650 ribu item.
Gangguan tersebut sempat memperlihatkan stok sekitar 220 ribu toples selai, 30 ribu toples madu, 90 ribu lilin, 80 ribu kaleng taburan bunga, serta sekitar 70 ribu botol anggur, termasuk sauvignon blanc, rosé, dan sparkling brut. Meski kini telah diperbaiki, kebocoran data itu memicu spekulasi mengenai kondisi bisnis merek tersebut.
Produk As Ever sendiri dijual dengan harga bervariasi, mulai dari selai seharga 14 dolar AS per toples, teh 14 14 dolar AS per kotak, madu 32 14 dolar AS per toples, hingga lilin seharga 64 14 dolar AS. Anggur rosé dibanderol 35 14 dolar AS per botol, sementara varian brut dijual hingga 89 14 dolar AS. Saat ini, situs As Ever juga menawarkan paket Hari Valentine seharga 185 14 dolar AS yang berisi cokelat, selai buah, lilin beraroma teratai air, kayu cendana, dan bunga poppy California, serta teh hibiscus dan taburan bunga.
Sejumlah pengguna Reddit mengklaim dapat mengetahui jumlah stok dengan memasukkan jumlah besar produk ke keranjang belanja, yang kemudian menampilkan batas maksimal ketersediaan. Namun, sumber yang memahami bisnis tersebut menegaskan bahwa As Ever justru tengah bersiap melakukan ekspansi internasional dan menunjukkan pertumbuhan, bukan penurunan.
“Gangguan teknis yang membuka data itu justru menunjukkan bisnis yang bukan sekadar sukses, tetapi benar-benar laku keras,” ujar seorang sumber kepada People.
Meghan Markle bekerja sama dengan Netflix dalam memproduksi rangkaian produk As Ever, setelah sebelumnya membatalkan rencana penggunaan nama American Riviera Orchard akibat sengketa merek dagang. Bisnis ini awalnya dirancang selaras dengan serial Netflix miliknya, With Love, Meghan. Namun, serial tersebut dilaporkan tidak akan berlanjut ke musim ketiga karena perolehan rating yang melemah.
Musim kedua serial itu, yang dirilis Agustus lalu, hanya ditonton sekitar dua juta kali dalam empat bulan terakhir tahun tersebut dan menempati peringkat ke-1.217 judul paling banyak ditonton di Netflix pada paruh kedua tahun, berdasarkan data “What We Watched”. Episode spesial liburan bertajuk With Love, Meghan: Holiday Celebration mencatat performa sedikit lebih baik dengan 2,4 juta penonton.
Sumber internal menyebutkan bahwa Meghan Markle kini berencana memfokuskan diri pada pengembangan merek gaya hidupnya, sembari membuka kemungkinan memproduksi episode spesial musiman. Dalam sebuah siniar Agustus lalu, Meghan mengungkapkan bahwa banyak produk As Ever terjual habis dalam waktu singkat, termasuk rosé perdananya yang ludes dalam waktu kurang dari satu jam.
“Menjual habis produk dengan cepat itu seperti pedang bermata dua,” ujar Meghan. “Di satu sisi luar biasa untuk bisnis rintisan, tetapi di sisi lain, sulit mendapatkan data tentang produk mana yang paling diminati karena semuanya langsung habis.”
Ia menambahkan bahwa setelah peluncuran awal, pihaknya meningkatkan jumlah produksi secara signifikan untuk peluncuran musiman berikutnya. Ketika ditanya soal rencana ekspansi global, Meghan menjawab singkat, “Ya, tentu saja.”


