Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) atau BNI telah menyalurkan pembiayaan hijau senilai Rp78 triliun sepanjang periode Januari–Desember 2025. Nilai ini tumbuh 6,26% dibandingkan dengan tahun sebelumnya senilai Rp73,4 triliun.
Secara terperinci, pembiayaan kategori pengelolaan sumber daya alam hayati dan penggunaan lahan yang berkelanjutan mendominasi penyaluran kredit hijau, dengan nilai Rp41,4 triliun.
Kemudian pembiayaan hijau untuk energi terbarukan sebesar Rp11,7 triliun; pembiayaan lain-lain yang mencakup pengelolaan air dan air limbah yang berkelanjutan sebesar Rp23,9 triliun; dan pencegahan polusi Rp1,0 triliun.
BNI juga tercatat menyalurkan pembiayaan penguatan dan pemberdayaan sosial ekonomi senilai Rp118,8 triliun hingga pengujung 2025. Hal ini membuat total portofolio keberlanjutan BNI menembus Rp197 triliun atau setara 22% dari total penyaluran kredit tahun lalu.
“BNI secara konsisten mengimplementasikan langkah-langkah strategis di seluruh aspek operasional dan pembiayaan guna memperkuat praktik keberlanjutan,” kata Direktur Risk Management BNI David Pirzada dalam keterangannya, Selasa (3/2/2026).
David mengatakan, BNI akan terus memperluas pembiayaan pada sektor-sektor prioritas hijau, termasuk energi terbarukan, transportasi ramah lingkungan, serta pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.
Baca Juga
- Pupuk Indonesia Modernisasi Pabrik Tertua, Pangkas Emisi Karbon
- Kredit Hijau BCA (BBCA) Capai Rp113 Triliun Sepanjang 2025, Naik 14,5%
- Mengintip Tren Pasar Karbon Global 2026, Ada Celah Pertumbuhan?
Menurutnya, keberlanjutan tidak sekadar kepatuhan terhadap regulasi, tetapi telah menjadi fondasi strategi bisnis BNI dalam menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.
Di sisi lain, BNI juga berkomitmen menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), serta pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Komitmen itu tecermin dari penerbitan Sustainability Bond senilai Rp5 triliun pada 2025 dengan peringkat idAAA. Framework Sustainability Bond BNI telah mendapat Second Party Opinion (SPO) dari Sustainalytics dengan hasil credible and impactful.
Selain itu perseroan juga telah menerbitkan Green Bond senilai Rp5 triliun yang dialokasikan untuk mendukung pembiayaan berwawasan lingkungan dan sosial, serta penyaluran Sustainability Linked Loan (SLL) kepada perusahaan yang telah menunjukkan peningkatan kinerja keberlanjutan.
Tidak hanya pembiayaan, bank berlogo 46 itu juga meluncurkan ESG Advisory Playbook untuk subsektor kelapa sawit. Sebagai informasi, ESG Advisory Playbook merupakan panduan transisi bagi debitur.



