Liputan6.com, Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan, penugasan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang bukan hanya bagian dari misi kemanusiaan. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang praktik nyata penerapan ilmu pemerintahan bagi Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Dalam Negeri.
Mendagri yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera menjelaskan, Aceh Tamiang menjadi salah satu wilayah dengan dampak paling parah akibat banjir dan longsor di sejumlah daerah Sumatera. Letak geografis di dataran rendah dan dilintasi sungai besar membuat wilayah ini menerima limpahan air dari hulu, sehingga lumpur dan kerusakan meluas, termasuk di kompleks perkantoran pemerintah kabupaten.
Advertisement
"Mempraktikkan ilmu pemerintahan dalam negeri. Yang belum tentu semua angkatan lain, di tahun-tahun ke depan, atau tahun-tahun sebelumnya, mengalami pengalaman yang dialami Adik-Adik semua," katanya pada acara Apel Pemulangan Personel Satgas Percepatan Aktivasi Pemerintah dan Pelayanan Publik Kemendagri Gelombang I di Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Selasa (3/2/2026).




