Mayoritas Bank Nagari Salurkan Kredit ke Sektor UMKM

bisnis.com
1 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, PADANG - PT Bank Nagari menyatakan 80% komposisi penyaluran kredit/pembiayaan yang dilakukan sepanjang tahun 2025 didominasi ke sektor UMKM dan hal ini sekaligus membuktikan bahwa Bank Nagari menjadi perbankan penopang perekonomian di Provinsi Sumatra Barat.

Direktur Utama Bank Nagari Gusti Candra mengatakan dari pembukuan kinerja tahun 2025, untuk kredit/pembiayaan sebesar Rp25,27 triliun atau terkoreksi 1,10% dari Desember 2024.

“Penyebab hal ini terjadi, dikarenakan belum optimal permintaan kredit/pembiayaan seiring melemahnya daya beli, pertumbuhan ekonomi yang rendah,” katanya, dikutip dari data resmi Bank Nagari, Selasa (3/2/2026).

Dia menjelaskan melihat dari kinerja penyaluran itu, peran dari Unit Usaha Syariah (UUT) Syariah, maka untuk pembiayaan syariah itu sebesar Rp4,63 triliun dan tumbuh 14,66% dari Desember 2024. 

“Kinerja syariah bertumbuh sangat baik, didorong oleh edukasi pemahaman masyarakat dalam mendapatkan layanan transaksi syariah. Bahkan secara nasional, UUS Bank Nagari menjadi salah satu perbankan yang memiliki kinerja yang baik,” ujarnya.

Gusti Candra mengatakan bila dilihat lebih rinci lagi, untuk penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) Bank Nagari tahun 2025 sebesar Rp1,38 triliun dengan jumlah 7.506 debitur. Hal ini terdiri dari penyaluran KUR konvensional Rp1,11 triliun kepada 5.861 debitur dan KUR syariah Rp265,82 miliar kepada 1.645 debitur.

Baca Juga

  • Bank Nagari Bukukan Laba Rp493,74 Miliar pada 2025
  • HK Teken Kredit Sindikasi Rp2,2 Triliun untuk Flyover Sitinjau Lauik I, Bank Nagari Masuk
  • Ikuti Saran Purbaya, Bank Nagari Siap Dukung BGN untuk Sukseskan MBG

“Jadi untuk kinerja tahun 2025, komposisi kredit/pembiayaan UMKM terhadap total kredit/pembiayaan produktif menurun menjadi 79,66%. Hal ini bisa terjadi, karena Sumbar dilanda bencana alam, dimana UMKM juga ikut merasakan dampaknya,” jelas dia.

Kemudian penyaluran KPR FLPP Bank Nagari sepanjang 2025, jumlah 548 unit dengan jumlah pinjaman Rp85,77 miliar. Dirut bilang penyaluran KPR FLPP ini juga menjadi perhatian yang serius bagi Bank Nagari, karena hal ini turut mendukung program Presiden RI Prabowo Subianto yakni membangun 3 juta rumah.

Selain itu penyaluran kredit program SIMAMAK (Solusi Mengatasi Masalah Keuangan) juga menunjukan kinerja yang baik, dimana untuk penyaluran kredit SIMAMAK Januari sampai dengan Desember 2025 Rp10,774 miliar 

“Untuk penyaluran SIMAMAK ini pagi subsidi bunga/margin sebesar Rp1,125 miliar,” tutupnya.

Dengan adanya kinerja sepanjang tahun 2025 yang terbilang memiliki tantangan yang cukup berat ini, Bank Nagari masih mampu menunjukan kinerja yang baik sepanjang tahun 2025 dan berhasil membukukan laba perusahaan sebesar Rp493,74 miliar (unaudited).

Namun dia mengakui bahwa laba itu terkontraksi -8,24%, dan penurunan laba perbankan ini, diungkapkannya terjadi hampir merata kepada seluruh perbankan, termasuk bagi bank pembangunan daerah (BPD). 

“Tapi dari kondisi itu, Bank Nagari masih mampu memberikan kontribusi bagi daerah dan masyarakat. Buktinya, penyaluran KUR/pembiayaan kepada UMKM menunjukkan kinerja tidak terlalu buruk,” sebutnya.

Dia menjelaskan dari laba itu, dapat dilihat untuk total aset Bank Nagari sebesar Rp.33,61 triliun atau tumbuh 1,97% dari Desember 2024. Tekanan terbesar berada di kredit/pembiayaan sebesar Rp.25,27 triliun yang terkoreksi 1,10% dari Desember 2024, dikarenakan belum optimal permintaan kredit/pembiayaan seiring melemahnya daya beli, pertumbuhan ekonomi yang rendah. 

“Kami dari perbankan bekerja saja rasional, dan tidak ingin memaksakan diri agar penyaluran kredit tetap berjalan, sementara kondisi ekonomi pelaku UMKM dan pelaku usaha secara umum lagi tidak baik-baik saja, terutama adanya dampak bencana alam di penghujung tahun 2025. Jadi, kalau dipaksakan, perbankan berpotensi mengalami kerugian,” jelasnya.

Kemudian untuk dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp26,84 triliun atau tumbuh 0,58% dari Desember 2024. Gusti Candra bilang pertumbuhan ini dipengaruhi kondisi ekonomi yang mengharuskan masyarakat makan tabungan di samping pertumbuhannya diseimbangkan dengan pertumbuhan kredit dan pembiayaan (optimalisasi LDR). 

“Kondis ini pun kami tidak mau memaksakan diri untuk menghimpun deposito yang banyak. Tapi kalau untuk tabungan dan giro, maka kami ambil semua,” tegasnya.

Oleh karena itu, adanya laba bersih yang diperoleh Bank Nagari sebesar Rp493,74 miliar itu, menunjukan bahwa kinerja perbankan mengalami tantangan yang cukup tinggi. 

“Pada hari Jumat pekan lalu, kami pun melakukan rapat dengan OJK, dan ternyatakan OJK menyampaikan sebagian besar perbankan termasuk BPD tertekan pada 2025. Sedangkan Bank Nagari tidak terlalu buruk, tapi yang penting Bank Nagari masih memberikan kontribusi,” sebutnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kemendiktisaintek Bangun Empat Sekolah Unggulan Garuda di Daerah
• 7 jam lalutvrinews.com
thumb
Legislator PDIP Kritik Bulog: Distribusi Lambat, Penyimpanan Jelek, Oplosan Merajalela
• 22 jam lalujpnn.com
thumb
Daftar Pemeran Film Biopik The Beatles
• 13 jam lalumedcom.id
thumb
Keppres Sudah Ditandatangani, Pelantikan Adies Kadir Tunggu Jadwal
• 4 jam lalutvrinews.com
thumb
Bersih-Bersih Arsip! Hutama Karya Musnahkan 57 Ribu Berkas, Pertama di Klaster BUMN Infrastruktur
• 41 menit laludisway.id
Berhasil disimpan.