REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani mengatakan investasi sektor hilirisasi memegang peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi. Rosan menyebut terdapat 18 proyek hilirisasi yang ditargetkan berjalan pada tahun ini.
"Pada Februari ini ada enam proyek hilirisasi yang akan dimulai dalam groundbreaking itu di antaranya bauksit di Mempawah, Kalimantan Barat," ujar Rosan saat rapat kerja dengan Komisi XII DPR di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Rosan menyampaikan proyek bauksit alumina tersebut memiliki nilai investasi sebesar tiga miliar dolar AS. Rosan menjelaskan proses confidential closing proyek tersebut sudah berjalan terus.
"Output yang kami selalu kawal ke depannya agar apa yang sudah kita canangkan ini bisa berjalan dengan baik memang sinkronisasi dari kebijakan dari banyak kementerian dan kebutuhan-kebutuhan anggaran," sambung Rosan.
.rec-desc {padding: 7px !important;}Rosan menyampaikan Investment Project Ready to Offer atau IPRO ini merupakan platform pengembangan dan pemeratan investasi di daerah. Rosan mengatakan BKPM melakukan dukungan fasilitasi terkait segi perizinan, peruntukan lahan, hingga dan kesediaan lahan.
"Kemudian pemerintah daerah kemudian melakukan persiapan-persiapan yang berhubungan dengan hiliriasi mineral," ucapnya.
Rosan menekankan pentingnya keterlibatan pemerintah daerah, pengusaha setempat, UMKM dalam program IPRO. Ia juga meminta investor memberikan komitmen terhadap UMKM sekitar.
"Alhamdulillah bukan hanya UMKM malah kami membuat peraturan tambahan. Itu agar bersama-sama dengan kaum disabilitas. Alhamdulillah sudah berjalan begitu," lanjut dia.
Rosan mengatakan investasi sektor hilirisasi pada 2025 mencapai Rp584,13 triliun atau berkontribusi 30,2 persen dari total realisasi investasi 2025 yang sebesar Rp1.931,2 triliun. Rosan menyebut investasi sektor hilirisasi pun memiliki dampak besar dalam penciptaan lapangan kerja.
"Hilirisasi (mineral) ini memang padat modal tapi dari segi hilirisasi di bidang perkebunan, pertanian dan juga kelautan itu akan lebih kami dorong lagi karena itu efek penciptaan lapangan itu lebih banyak dan juga lebih signifikan," kata Rosan.
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5492182/original/035267700_1770128717-20260131BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Vietnam_AFC_Futsal_Asian_Cup_2026-27.jpg)