Presiden Prabowo Subianto menggagas ide penggunaan genteng sebagai atap rumah atau yang ia sebut sebagai “gentengisasi” dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Senin (2/2).
Gagasan tersebut disampaikan sebagai upaya mendorong penggunaan genteng untuk atap rumah.
Di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), penggunaan genteng sebagai atap rumah tercatat sudah mendominasi. Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat sebanyak 93,03 persen rumah tangga di DIY telah menggunakan genteng sebagai atap rumah.
Data tersebut dipublikasikan pada November 2025 dan bersumber dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2025.
Ketua Tim Statistik Sosial BPS DIY, Agung Wibowo, mengatakan data tersebut dihasilkan dari survei terhadap 4.020 rumah tangga yang tersebar di lima kabupaten/kota se-DIY.
“Sumber datanya dari Susenas Maret 2025, jumlah sampel di DIY sebanyak 4.020 rumah tangga tersebar di 5 kabupaten/kota se-DIY, dipilih secara systematic random sampling,” kata Agung dihubungi Pandangan Jogja, Selasa (3/2).
Berdasarkan data BPS DIY, Kabupaten Gunungkidul menjadi wilayah dengan persentase penggunaan genteng tertinggi, yakni sebesar 96,81 persen. Posisi berikutnya ditempati Kulon Progo dengan 96,79 persen, disusul Bantul sebesar 94,22 persen, Sleman 92,41 persen, dan Kota Yogyakarta sebesar 83,39 persen.
Selain genteng, jenis atap rumah tangga di DIY juga menggunakan material lain. Penggunaan atap asbes tercatat sebesar 2,92 persen, beton 1,96 persen, serta seng dan kayu atau sirap sebesar 1,81 persen.





