Gubernur Bali Wayan Koster mengaku senang dikritik Presiden Prabowo Subianto mengenai persoalan sampah saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2).
Menurutnya, kritik tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap Bali sebagai destinasi pariwisata internasional.
“Pak Presiden sangat besar perhatiannya terhadap Bali karena Bali ini destinasi wisata utama. Kita nggak perlu sensi, saya malah senang,” katanya saat memberikan arahan dalam pelantikan pejabat eselon di Kantor Gubernur Bali, Selasa (3/2).
Koster menilai kritik itu sekaligus menjadi pengingat bagi Pemerintah Provinsi Bali untuk mempercepat penyelesaian persoalan sampah di Pulau Dewata.
“Beliau mengingatkan seperti itu, berarti kita harus bergerak lebih cepat lagi. Artinya beliau sayang dan cinta kita. Jadi kita respek dan berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo,” sambungnya
Menurut Koster, persoalan sampah sejatinya tidak terlalu berpengaruh terhadap jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali. Selain itu, Prabowo juga menginstruksikan seluruh kepala daerah di Indonesia untuk menyelesaikan persoalan sampah dengan baik.
“Meskipun DKI, Jawa Timur, Jawa Barat ditayangkan juga (gambar tumpukan sampah oleh Prabowo), tapi karena satu-satunya destinasi wisata utama dunia kan Bali, maka Bali yang mendapat stressing,” ujar Koster.
“Jadi kita harus menjaga ekosistem kepariwisataan kita dengan baik. Meskipun tahun 2025 wisatawan mancanegara kita naik jauh, jadi nggak terpengaruh isu sampah,” lanjutnya.
Koster mengaku telah menyusun sejumlah strategi agar penanganan sampah dapat dikelola dengan baik. Salah satunya dengan mempercepat pembangunan teknologi pengelolaan sampah berbasis PSEL (Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik).
Pemerintah pusat melalui Danantara akan membangun teknologi tersebut pada Maret 2026. Koster berharap teknologi ini bisa mulai beroperasi pada akhir 2027.
“Kemarin saya sudah sempat bicara sambil makan siang duduk semeja dengan Bapak Menteri Lingkungan Hidup dan Menteri Investasi. Jadi Maret (2026) groundbreaking,” katanya.
Selain itu, ia juga menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali untuk mempercepat pembangunan teba modern atau tempat pengolahan sampah berbasis sumber di tingkat rumah tangga.
“Masalah sampah selain yang sudah berjalan, dipercepat lagi teba modern, komposter, segala macam. Ini Pak Kadis yang baru gerakkan lagi, terutama di Denpasar dan Badung,” ujarnya.
Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyoroti persoalan sampah di Bali. Ia mengaku mendapat keluhan dari jenderal hingga pejabat di Korea terkait kondisi kebersihan Pulau Dewata.
“Dia bilang, ‘Your Excellency, I just came from Bali, oh Bali so dirty now, Bali not nice’. Bah, saya tapi terima itu sebagai koreksi. Ini harus kita atasi bersama,” kata Prabowo di SICC, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2).




