Perludem Kritik Parliamentary Threshold di DPR: 17,3 Juta Suara Terbuang di 2024

detik.com
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Perludem menilai penyederhanaan partai politik tak cukup dilakukan melalui penerapan ambang batas parlemen atau Parliamentary Threshold (PT). Perludem menilai kebijakan tersebut justru berpotensi meningkatkan jumlah suara pemilih yang tidak terwakili.

Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif Perludem Heroik M Pratama dalam RDPU bersama Komisi II DPR terkait RUU Pemilu di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/2/2026). Dia mengatakan semakin tinggi angka PT, maka semakin besar pula potensi disproporsionalitas hasil pemilu.

"Mengenai parliamentary threshold, dan ini memang lekat kaitannya dengan dua aspek sekaligus, disproporsionalitas hasil pemilu dan juga penyederhanaan partai politik," katanya.

"Semakin tinggi parliamentary threshold, tentunya semakin tinggi juga aspek disproporsionalitas pemilunya karena ada banyak suara yang terbuang," sambung dia.

Baca juga: PDIP Masih Kaji Ambang Batas Parlemen, Singgung Rezim Multipartai

Berdasarkan data pemilu terakhir, dengan ambang batas parlemen sebesar 4 persen, sebut dia, ada sekitar 17,3 juta suara pemilih yang terbuang. Dia mengatakan suara tersebut berasal dari sekitar 10 partai politik peserta pemilu.

"Tetapi di sisi lain, parliamentary threshold dianggap sebagai salah satu instrumen penting untuk melakukan penyederhanaan partai," ujarnya.

Namun, dia menilai data empiris menunjukkan kebijakan tersebut tak memberikan dampak signifikan terhadap jumlah partai politik di DPR. Dia mencontohkan, pada Pemilu 2009 dengan ambang batas 2,5 persen, terdapat sembilan partai politik yang berhasil masuk DPR. Namun pada Pemilu 2014, saat ambang batas dinaikkan menjadi 3,5 persen, jumlah partai politik di parlemen justru meningkat menjadi 10 partai.

"Artinya dalam hal ini parliamentary threshold tidak punya dampak signifikan juga terhadap upaya penyederhanaan partai politik," ujarnya.




(amw/fca)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Harga Emas Antam Selasa Pagi Turun Rp183.000 Menjadi Rp2.844.000 per Gram
• 14 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
STOXX 600 Cetak Rekor, Bursa Eropa Abaikan Gejolak Emas!
• 21 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Menolak Ditangkap Polisi, Pencuri Bergelantungan di Jembatan Musi VI |BERUT
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Mundur Massal Imbas IHSG Terjungkal
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Polisi Update Kasus Bahar bin Smith dan Pengembalian Berkas Roy Suryo
• 2 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.