Polda Riau Kebut Pembangunan Jembatan di Pekanbaru Wujudkan Akses Aman Warga

detik.com
4 jam lalu
Cover Berita
Pekanbaru -

Satuan Tugas (Satgas) Darurat Pembangunan Infrastruktur Jembatan Polda Riau dan Polresta Pekanbaru mengebut pekerjaan pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi di Kelurahan Sri Meranti, Kecamatan Rumbai. Akses yang layak dan aman bagi warga segera menjadi kenyataan.

Jembatan ini berlokasi di simpang jalan utama Raja Melani RT 04 RW 17 Kelurahan Sri Meranti, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru. Jembatan ini menjadi akses yang menghubungkan permukiman di RW 17 dengan jumlah 150 kepala keluarga (KK) dan RW 10 dengan jumlah 100 KK, serta menjadi mobilitas sehari-hari warga.

Struktur jembatan dari kayu sudah lapuk dengan kerusakan di beberapa titik. Satgas Darurat Jembatan Polda Riau bakal 'menyulapnya' menjadi jembatan yang kokoh dari coran.

"Awalnya saat beton belum runtuh bisa dilalui kendaraan roda empat, waktu jembatan kayu hanya bisa roda dua. Jadi kami buat beton supaya bisa dilalui roda empat dan roda dua," kata Kapolresta Pekanbaru Kombes Muharman Arta dalam keterangannya, Selasa (2/2/2026).

Daerah tersebut termasuk salah satu lokasi rawan banjir. Sehingga, pembangunan infrastruktur jembatan akan dibuat lebih tinggi agar tidak terendam banjir.

"Kalau banjir saat musimnya biasa memang banjir di situ, jadi kami buat agak tinggi untuk jembatannya," imbuhnya.

Jembatan tersebut merupakan sangat krusial, mengingat selain menunjang aktivitas masyarakat, jalur ini juga menjadi akses penting menuju fasilitas pendidikan yakni SDIT Al Ukhuwah, SDN 091, SMPN 27, dan SMPN 29 dengan perkiraan jumlah pelajar mencapai 200 siswa.

Jembatan tersebut juga menjadi pendukung kegiatan sosial keagamaan masyarakat karena menjadi akses menuju 2 masjid dan 1 gereja di sekitar lokasi. Kondisi akses yang layak sangat mendukung keselamatan masyarakat dalam beraktivitas.

Baca juga: Akses ke Sekolah Makin Kokoh, Jembatan Presisi di Rohil Mulai Dicor

Progres Pembangunan

Memasuki hari kelima, Selasa (2/2/2026), pengerjaan difokuskan pada penguatan struktur badan jalan jembatan. Untuk menjamin ketahanan dan kualitas bangunan, Satgas menggunakan material semen ready mix dalam proses pengecoran.

Satgas Darurat Jembatan Polda Riau mempercepat pengerjaan jembatan di Kelurahan Sri Meranti, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Selasa (2/2/2026). Foto: dok. Polda Riau.

Muharman menjelaskan bahwa sebelum pengecoran dilakukan, tim terlebih dahulu menyelesaikan pemasangan balok sloop. Balok ini berfungsi sebagai alas utama pengecoran lantai yang akan menjadi penopang beban kendaraan saat jembatan difungsikan nanti.

"Hari ini fokus kami adalah pengerjaan struktur inti. Pemasangan balok sloop dan pengecoran badan jalan menggunakan ready mix adalah tahap krusial agar jembatan ini benar-benar kokoh dan aman bagi masyarakat dalam jangka panjang," jelas Kapolresta dalam laporannya.


Menjembatani Peradaban Menggapai Harapan

Kapolda Irjen Herry Heryawan menyampaikan kehadiran pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi ini adalah bentuk komitmen Polri dalam menghadirkan keadilan akses dan konektivitas bagi seluruh lapisan masyarakat Riau. Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut langsung atas instruksi Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mempercepat pemerataan akses di daerah terpencil.

"Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi ini adalah bentuk pelaksanaan kegiatan kita kolaborasi dengan masyarakat. Polri hadir bergandengan tangan dengan Pemda-Pemda," ujar Irjen Herry Heryawan di Pekanbaru, Rabu (28/1).

Berdasarkan asesmen yang dilakukan tim Polda Riau, ditemukan fakta bahwa banyak wilayah yang terputus aksesnya akibat kondisi jembatan yang memprihatinkan. Sebagai respons cepat, Satgas ini akan menangani 26 titik jembatan yang tersebar di seluruh Provinsi Riau.

Rincian proyek tersebut meliputi, pembangunan baru 17 unit jembatan dengan total panjang mencapai 463 meter, dan renovasi/perbaikan 9 unit jembatan dengan total panjang 263 meter.

Menurut jenderal bintang dua tersebut, ada nilai keadilan yang sedang diperjuangkan. Ia menekankan bahwa anak-anak di pedalaman memiliki hak yang sama untuk bersekolah dengan aman, sebagaimana anak-anak di perkotaan yang memiliki akses mudah.

"Ada keadilan yang harus kita bangun di situ, bahwa saudara-saudara kita di daerah juga berhak memiliki dan merasakan fasilitas yang sama baiknya dengan tempat lain," tegasnya.

Baca juga: Selamat Tinggal Buaya, Jembatan Presisi Sekolah di Meranti Segera Rampung

Lihat juga Video 'Jembatan Pelabuhan Tanjung Buton Siak Ambruk, Mobil Nyemplung ke Laut':




(mea/mea)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Tipe MBTI yang Dikenal Paling Lemah Lembut
• 2 jam lalubeautynesia.id
thumb
Bank Jatim-KAI jalin kerja sama perkuat layanan nasabah prioritas
• 3 jam laluantaranews.com
thumb
Rp500 Miliar Investasi Singapura di Sulsel, Peluang Baru Terus Dijajaki
• 4 jam laluharianfajar
thumb
Purbaya Pede Kinerjanya Lebih Baik, Ekonomi RI Dibidik 6%
• 6 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Kabar Duka, Istri Jenderal Hoegeng Meninggal Dunia
• 8 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.