BPBD Makassar Siagakan Tim Selama Cuaca Esktrem

harianfajar
2 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAKASSAR – Cuaca ekstrem kembali diprediksi akan terjadi dalam sepekan ke depan.

Menanggapi potensi bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar memperkuat langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi di wilayah Kota Makassar.

Kepala BPBD Makassar M Fadli mengatakan, sejumlah langkah mitigasi dan antisipasi dilakukan untuk menekan risiko bencana hidrometeorologi, baik banjir, angin kencang, maupun dampak cuaca buruk lainnya.

Ia mengatakan dalam pemantauan cuaca harian, BPBD mencatat potensi hujan ringan hingga rintik yang diperkirakan terjadi pada sore hingga malam hari.

Meski tidak tergolong hujan lebat, kondisi angin yang masih bertiup cukup kencang serta tingkat kelembapan yang tinggi tetap menjadi perhatian.

“Iya. Jadi hari ini cuaca nanti hujan ringan di jam 2 sampai jam 8 malam, rintik-rintik. Sampai besok itu suhu di angka 24 sampai 31 derajat. Angin masih bertiup sampai malam hari ada kencang, 18 knot. Kelembapan 61 sampai 92,” katanya, saat dikonfirmasi FAJAR, Senin, 2 Februari 2026

Fadli menjelaskan, informasi curah hujan yang diterima sebelumnya menunjukkan potensi hujan yang cukup tinggi dalam satu dasarian.

Namun, pihaknya berharap curah hujan tersebut tidak turun secara bersamaan agar potensi banjir dan dampak angin kencang dapat dihindari.

Sebagai langkah mitigasi, BPBD terus memantau dan mengoperasikan Early Warning System (EWS) di sejumlah sungai untuk mendeteksi potensi banjir sejak dini. Kesiapsiagaan dilakukan secara berlapis dengan menyiagakan personel, peralatan, serta memperkuat koordinasi lintas sektor. Langkah ini ditempuh agar setiap potensi bencana dapat direspons cepat dan tepat.

“Iya, terus kita pakai (EWS), kita lakukan monitoring terhadap alat itu sehingga kita bisa melakukan persiapan atau antisipasi terhadap adanya bencana-bencana banjir itu,” ujarnya.

Saat ini, BPBD Kota Makassar memiliki tiga unit EWS yang terpasang di tiga sungai dan beroperasi sepanjang tahun. Selain itu, tim siaga juga ditempatkan di tiga posko dengan sistem penjagaan 24 jam.

“Jauh sebelum status siaga Kota Makassar, kami sudah standby-kan tim 24 jam di tiga lokasi, tiga posko, sehingga kami harus terus berjaga 24 jam,” katanya.

BPBD menegaskan bahwa status Kota Makassar masih berada pada level siaga darurat.

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, membatasi aktivitas luar ruang saat cuaca buruk, serta menghindari area berisiko seperti pohon tua dan bangunan rapuh.

Cuaca Ekstrem 1 Nelayan Tewas Tenggelam

Sementara itu, cuaca ekstrem di laut dilaporkan menelan korban jiwa. Seorang nelayan dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam saat memasang jaring ikan di perairan Pantai Indah Bosowa, Kota Makassar.

Peristiwa tersebut terjadi di tengah kondisi arus laut yang deras dan cuaca yang tidak bersahabat.

Korban diketahui bernama Anto (35) merupakan warga Kota Makassar yang sehari-hari berprofesi sebagai nelayan.

Saat kejadian, korban bersama seorang rekannya tengah melakukan aktivitas penjaringan ikan di bibir pantai. Namun arus laut yang tiba-tiba menguat menghantam keduanya. Satu orang berhasil menyelamatkan diri, sementara korban terseret arus ke tengah laut.

Kanit Reskrim Polsek Tamalate, Iptu Abd Latif membenarkan kejadian ini.

“Iya dia (korban) meninggal dunia, sudah diantar ke rumah duka,” ujarnya saat dikonfirmasi FAJAR, kemarin.

Korban diketahui merupakan nelayan yang saat itu sedang melakukan penjaringan ikan. Laporan awal diterima dari pihak keluarga, yang kemudian ditindaklanjuti dengan pengerahan tim ke lapangan.

Kepala BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli, mengatakan laporan korban tenggelam yang diterima BPBD pada pagi hari.

Sementara itu, BPBD langsung menurunkan tim gabungan ke lokasi kejadian untuk melakukan pencarian.

“Terkait dengan tadi pagi ada korban tenggelam, yaitu atas nama Yanto,” katanya.

“Iya, anto itu dia berumur sekitar 35 tahun. Dilaporkan oleh kakak iparnya. Dia nelayan yang melakukan penjaringan ikan. Dia tenggelam itu di pagi tadi kira-kira jam 9 terhempas ombak sampai ke tengah laut,” ujarnya.

Proses pencarian dilakukan di tengah kondisi arus dan gelombang yang cukup berisiko.

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, DAMKAR, Babinsa, serta masyarakat setempat akhirnya berhasil menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia sekitar pukul 11.40 WITA. Korban selanjutnya dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.

Fadli mengatakan, kejadian tersebut menjadi peringatan bagi masyarakat pesisir agar lebih memperhatikan kondisi cuaca dan keselamatan saat beraktivitas di laut.

“Iya, kami harapkan kepada masyarakat untuk tetap tidak melakukan dulu perjalanan laut, apalagi untuk kepentingan wisata dan hobi seperti mancing,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya penggunaan alat keselamatan dan menahan diri dari aktivitas berisiko selama kondisi cuaca dan gelombang masih tidak bersahabat. BPBD Makassar pun menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban.(an)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ketua MK Menangis, Ada Apa?
• 21 jam lalurealita.co
thumb
Sekda DKI Minta Dinas KPKP Uji Kelayakan Daging Ikan Sapu-sapu
• 11 jam lalumerahputih.com
thumb
Hongjoong Tampilkan Remix Lagu Dangdut di Konser ATEEZ di Jakarta, Penggemar Heboh
• 3 jam lalucumicumi.com
thumb
Bejat Pria di Medan Perkosa 3 Anak Tirinya, Terungkap Usai Korban Curhat ke Ibu
• 22 jam laludetik.com
thumb
Kenapa Perlu Membicarakan Keuangan Sebelum Menikah?
• 4 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.