DUBAI, KOMPAS.TV - Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Selasa (3/2/2026), menyatakan ia telah menginstruksikan menteri luar negerinya untuk melakukan negosiasi yang adil dan setara dengan Amerika Serikat (AS).
Pernyataan ini merupakan tanda yang terang dari Teheran bahwa mereka ingin mencoba bernegosiasi di tengah ketegangan yang tinggi dengan Washington.
Pernyataan tersebut menandai perubahan besar bagi Presiden Pezeshkian yang reformis, yang telah memperingatkan warga Iran bahwa kekacauan di negaranya telah melampaui kendalinya.
Sinyal ini juga menandakan Pezeshkian telah menerima dukungan dari Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei untuk negosiasi yang sebelumnya ditolak oleh ulama berusia 86 tahun itu.
Sebelumnya, Turki telah bekerja di balik layar untuk mewujudkan negosiasi tersebut ketika utusan AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, sedang melakukan perjalanan ke Turki.
Baca Juga: [FULL] Saat Iran Siap Ladeni Ajakan Perang AS, Siapa Sekutunya? Begini Analisis Mantan Dubes & Ahli
Namun, apakah Iran dan AS dapat mencapai kesepakatan, masih harus dilihat lebih lanjut, terutama karena Presiden AS Donald Trump kini telah memasukkan program nuklir Iran dalam daftar tuntutan kepada Teheran dalam setiap negosiasi.
Trump memerintahkan pengeboman tiga situs nuklir Iran dalam perang 12 hari yang dilancarkan Israel terhadap Iran pada bulan Juni lalu.
Presiden Iran Beri Sinyal Negosiasi Mungkin TerjadiMenulis di media sosial X, Pezeshkian mengatakan dalam bahasa Inggris dan Farsi bahwa keputusan itu diambil setelah permintaan dari pemerintah negara-negara sahabat di kawasan itu guna menanggapi proposal Presiden AS untuk melakukan negosiasi.
“Saya telah menginstruksikan menteri luar negeri saya, dengan syarat adanya lingkungan yang sesuai — yang bebas dari ancaman dan harapan yang tidak masuk akal untuk melakukan negosiasi yang adil dan merata, yang dipandu oleh prinsip-prinsip martabat, kehati-hatian, dan efisiensi,” katanya.
AS belum mengakui negosiasi dengan Iran akan segera berlangsung. Namun sebuah kantor berita semi-resmi di Iran pada Senin (2/2/2026) melaporkan Pezeshkian telah mengeluarkan perintah tersebut kepada Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, yang telah mengadakan beberapa putaran pembicaraan dengan Witkoff sebelum perang 12 hari.
Namun kemudian mereka menghapus berita tersebut tanpa penjelasan.
Penasihat Khamenei Berbicara tentang NuklirPenulis : Tussie Ayu Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : The Associated Press
- presiden iran
- negosiasi iran-AS
- nuklir iran
- Masoud Pezeshkian
- Ayatollah Ali Khamenei
- Iran




