KBRI Phnom Penh Terima 3.000 Lebih Aduan WNI Terjebak Sindikat Online Scam di Kamboja

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Laporan tersebut telah diterima KBRI setelah para warga berhasil keluar dari jeratan sindikat.

KBRI Phnom Penh Terima 3.000 Lebih Aduan WNI Terjebak Sindikat Online Scam di Kamboja. (Foto: MNC Media)

IDXChannel—Kementerian Luar Negeri melaporkan jumlah aduan WNI yang terjebak dalam sindikat penipuan daring (online scam) di Kamboja saat ini mencapai lebih dari 3.100 laporan. 

Laporan tersebut telah diterima KBRI setelah para warga berhasil keluar dari jeratan sindikat.

Baca Juga:
Kamboja Tangkap 2.044 Warga Asing dalam Operasi Pemberantasan Online Scam

“Kami baru dapat update juga dari Dubes kita di Phnom Penh. Hingga hari ini KBRI Phnom Penh itu telah menerima lebih dari 3.100 aduan WNI setelah keluar dari sindikat penipuan daring,” kata Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang, Selasa (3/2/2026).

Dia memastikan KBRI Phnom Penh didukung oleh tim bantuan Kemlu dan Direktorat Jenderal Imigrasi, terus melakukan langkah-langkah responsif dan terkoordinasi untuk menangani para korban.

Baca Juga:
Terus Bertambah, 2.887 WNI Eks Sindikat Online Scam di Kamboja Minta Dipulangkan

“Termasuk melakukan pendataan, pelayanan kekonsuleran dan fasilitasi pemulangan untuk para WNI tersebut,” ujarnya.

Berdasarkan data terbaru, tim gabungan telah melakukan verifikasi data dan asesmen kasus secara mendalam. 

Baca Juga:
KBRI Phnom Penh Bantu 1.440 WNI yang Keluar dari Sindikat Online Scam Kamboja

Hasilnya, sebanyak 830 Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) telah diterbitkan untuk mempermudah proses administrasi kepulangan para WNI yang kehilangan dokumen perjalanannya.

Selain itu, melalui jalur diplomasi dan negosiasi intensif dengan otoritas setempat, KBRI Phnom Penh berhasil mengupayakan pemutihan denda imigrasi bagi ratusan WNI.

“Dapat kita sampaikan 722 WNI kita itu dendanya telah diputihkan oleh Imigrasi Kamboja,” tuturnya.

Hingga saat ini, Yvonne mengungkapkan bahwa sebanyak 1.213 WNI masih berada di penampungan sementara untuk menjalani proses lebih lanjut sebelum dipulangkan ke tanah air. 

“Semua proses dilakukan secara hati-hati dan proporsional dan semua update akan kita sampaikan tentunya ke rekan-rekan media khususnya dengan berbagai upaya yang dilakukan oleh KBRI Phnom Penh terkait isu ini,” pungkasnya.

(Nadya Kurnia)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Dokter Kecantikan Oky Pratama Lapor Polisi usai Diteror Karangan Bunga Berisi Fitnah
• 2 jam laluliputan6.com
thumb
Harga Bitcoin Turun, Indodax Ingatkan Investor Tetap Tenang dan Disiplin
• 11 jam lalumedcom.id
thumb
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
• 2 jam lalusuara.com
thumb
Inggris Luncurkan CFA, Cari Bisnis Rendah Karbon yang Butuh Investasi US$3 Juta
• 11 jam lalukatadata.co.id
thumb
Meneruskan Ambang Batas Parlemen
• 13 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.