Infantino Bikin Geger, FIFA Siap Akhiri Hukuman untuk Rusia

viva.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Presiden FIFA Gianni Infantino melempar sinyal kontroversial terkait masa depan sepak bola Rusia. Orang nomor satu di FIFA itu menyatakan keinginannya agar sanksi terhadap Rusia dicabut, meski negara tersebut masih dibayangi konflik berkepanjangan dengan Ukraina sejak 2022.

Sejak invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022, FIFA dan UEFA menjatuhkan larangan total terhadap tim nasional Rusia di semua level, baik putra maupun putri. Dampaknya, Rusia harus menepi dari berbagai turnamen elite, termasuk Piala Dunia 2022, kualifikasi Piala Dunia 2026, serta Euro 2024.

Baca Juga :
China-Rusia Tegaskan Solid Lawan 'Hukum Rimba' AS
Iran Tolak Mentah-mentah Tawaran Rusia

Namun, setelah lebih dari empat tahun berjalan, Infantino menilai sanksi tersebut tidak lagi relevan dan justru menimbulkan dampak negatif.

“Kita harus melakukan itu (mencabut hukuman Rusia). Tentu saja,” ujar Infantino kepada Sky Sports.

Menurut Infantino, larangan bermain di kompetisi resmi justru memperpanjang rasa frustrasi dan kebencian, bukan menjadi solusi atas konflik yang terjadi.

“Larangan ini tidak menghasilkan apa-apa. Justru hanya menciptakan lebih banyak rasa frustrasi dan kebencian,” tegasnya.

Infantino juga menyoroti masa depan pesepakbola muda Rusia. Ia meyakini banyak talenta muda, baik dari sektor putra maupun putri, yang seharusnya mendapat kesempatan berkembang melalui kompetisi internasional.

“Banyak anak perempuan dan laki-laki dari Rusia yang bisa bermain sepak bola di wilayah lain di Eropa, dan itu akan membantu perkembangan sepak bola,” kata Infantino.

Tak hanya Rusia, Infantino turut menyinggung polemik lain yang tengah mengemuka, yakni desakan sejumlah pihak agar FIFA menjatuhkan sanksi kepada Israel terkait konflik di Palestina. Namun, ia menolak gagasan tersebut.

Menurut Infantino, FIFA perlu mengevaluasi ulang aturan yang memungkinkan sebuah negara dilarang berkompetisi akibat keputusan politik pemerintahnya.

“Kami harus mempertimbangkan perubahan peraturan dan menetapkannya dalam undang-undang FIFA, bahwa kami tidak boleh melarang negara mana pun bermain sepak bola karena tindakan para pemimpin politik mereka,” ujarnya.

Infantino menutup pernyataannya dengan menegaskan pentingnya menjaga komunikasi dan hubungan antarnegara tetap terbuka melalui sepak bola. “Seseorang perlu menjaga hubungan tetap terbuka,” tutupnya.

Baca Juga :
Rusia Siap Bantu Redakan Ketegangan Iran, Tawarkan Opsi Ekspor Uranium
Ronaldo Mogok Main Akibat Al Nassr Cuma Rekrut Pemain Timnas Irak
Di Era John Herdman, Perbedaan Jadi Kekuatan Timnas Indonesia

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Seskab Tegaskan Prabowo Tidak Gunakan Dua Pesawat Kepresidenan ke Luar Negeri
• 13 jam lalurctiplus.com
thumb
Jalan Panjang Hogi Minaya untuk Cari Keadilan
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Seskab Teddy Tegaskan Prabowo TIDAK Pakai Dua Pesawat Kepresidenan Saat ke Luar Negeri
• 11 jam lalusuara.com
thumb
Prabowo Kumpulkan Tokoh Islam di Istana Hari Ini, BoP Jadi Salah Satu Agenda Bahasan
• 12 jam lalusuara.com
thumb
Akademisi UI Usul Bawaslu Dibubarkan hingga Cabut Wewenang MK Tangani Sengketa Pemilu
• 9 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.