jpnn.com, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menjelaskan keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza.
Sekjen PBNU Saifullah Yusuf mengatakan alasan Presiden Prabowo Indonesia terlibat dalam BoP sebagai upaya mencegah jatuhnya korban yang lebih banyak dalam konflik kemanusiaan di Palestina.
BACA JUGA: Prabowo Undang Ormas Islam ke Istana, Begini Isunya
"Jadi, Presiden menjelaskan pilihan-pilihan strategisnya bagaimana Indonesia harus turut berkontribusi dan terutama ini yang menjadi pertimbangan adalah masalah kemanusiaan. Jadi, ini masalah kemanusiaan dan bisa berkontribusi mencegah adanya korban yang lebih banyak," kata pria yang akrab disapa Gus Ipul itu seusai bertemu Prabowo bersama dengan perwakilan organisasi masyarakat Islam, pimpinan sejumlah pondok pesantren, dan tokoh-tokoh Islam lainnya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa.
Gus Ipul mengatakan dalam penjelasannya Prabowo menekankan kontribusi Indonesia melalui Board of Peace diarahkan untuk mendorong upaya pencegahan lebih banyak korban di wilayah konflik.
BACA JUGA: Sampaikan 5 Sikap, Jaringan Gusdurian Minta Indonesia Mundur dari BoP
Langkah tersebut juga dilakukan bersama sejumlah negara lain yang mayoritas penduduknya beragama Islam.
"Dan berharap ini ya, tidak hanya sendiri toh, dengan delapan negara lain yang juga mayoritas muslim bisa menjaga," katanya.
BACA JUGA: MUI Desak RI Mundur dari Dewan Perdamaian Gaza, Istana Buka Suara
Gus Ipul menambahkan selain membahas Board of Peace, Presiden turut menjelaskan berbagai kebijakan yang diambil pemerintah, baik di terkait dalam negeri maupun luar negeri.
Penjelasan itu disampaikan dalam dialog yang berlangsung produktif dan dipahami oleh para tokoh yang hadir.
"Saya lihat para tokoh-tokoh yang hadir memahami dan juga tentu memberikan dukungan, berharap Presiden juga bisa turut berkontribusi dalam memerdekaan Palestina dan juga menyertakan situasi yang produktif di Jalur Gaza," ucap dia.
Board of Peace merupakan badan internasional yang diprakasai Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengawasi administrasi, stabilisasi, dan rekonstruksi Jalur Gaza pada masa transisi pascakonflik.
Selain Indonesia, negara-negara lain yang juga menandatangani piagam Dewan Perdamaian itu, antara lain Hungaria, Bahrain, Maroko, Argentina, Armenia, Azerbaijan, Belgia, Bulgaria, Mesir, Jordania, Kazakhstan, Republik Kosovo, Mongolia, Pakistan, Paraguay, Qatar, Arab Saudi, Turki, Uni Emirat Arab, dan Uzbekistan.
Tidak ada satu pun negara Eropa barat dan anggota NATO masuk dalam keanggotaan BoP, dan Indonesia merupakan satu-satunya negara ASEAN yang bergabung. (antara/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Terungkap yang Melaporkan Sudewo kepada KPK
Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F02%2F04%2Fb79db072a217de6bccd08af738eb8ed3-cropped_image.jpg)

