Bisnis.com, JAKARTA — Bareskrim Polri menggeledah kantor PT Sekuritas Shinhan terkait kasus 'saham gorengan' PT Multi Makmur Lemindo Tbk. (PIPA) di Gedung Equity Tower, kawasan Jakarta Selatan, pada Selasa (3/2/2026).
Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Ade Safri Simanjuntak mengatakan penggeledahan ini merupakan pengembangan dari kasus pidana pasar modal terkait PT MML yang telah inkrah sebelumnya.
Dalam kasus itu, Direktur PT MML Junaedi sudah dinyatakan bersalah karena melakukan tindakan curang saat perdagangan saham. Tindakan itu pun telah menguntungkan diri sendiri, dengan tujuan mempengaruhi pihak lain untuk membeli efek atau saham.
"Modus PT MML ini menggunakan jasa advisory PT MBP, yang merupakan perusahaan konsultan milik salah satu pegawai PT BEl atau Bursa Efek Indonesia, yaitu terpidana MBP," ujar Ade di Equity Tower, Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Berdasarkan hal itu, Ade mengatakan pihaknya telah mengembangkan perkara ini ke kasus dugaan tindak pidana pasar modal kelayakan PT MML melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pada intinya, kepolisian menilai bahwa PT MML seharusnya tidak layak melakukan IPO karena diduga telah memanipulasi nilai aset perusahaan. Total nilai aset PT MML saat melakukan IPO itu sebesar Rp97 miliar.
Baca Juga
- Kasus IPO PIPA, Bareskrim Geledah PT Shinhan Sekuritas
- Direktur Minna Padi Investama (PADI) Dwi Setijo Adji Mengundurkan Diri
- Minna Padi (PADI) Usulkan Pengendali Baru, Bukan SBM Milik Hapsoro
"Penyidik menemukan fakta bahwa sebenarnya PT MML dengan kode saham PIPA tidak layak melantai di BEI, dikarenakan valuasi aset perusahaan sejatinya tidak memenuhi persyaratan," imbuhnya.
Dalam proses IPO itu, PT MML menggunakan PT Shinhan Sekuritas sebagai perusahaan penjamin atau sekuritas. Oleh sebab itu, penggeledahan di kantor Shinhan ini dilakukan untuk membuat terang kasus dugaan pidana di lingkup pasar modal ini.
"Di mana tadi saya sampaikan PT Shinhan Sekuritas ini adalah merupakan perusahaan sekuritas penjamin emisi efek pada saat PT MML [melalakukan] IPO, atau proses IPO pada saat itu," pungkasnya.


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5491913/original/040523600_1770110111-1000761736.jpg)


