Indonesia Buka Peluang Evaluasi Keanggotaannya di Board of Peace

jpnn.com
23 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - JAKARTA - Menteri Luar Negeri Sugiono mengungkap bahwa pemerintah bisa mengevaluasi keikutsertaan dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace), apabila forum tersebut tidak sejalan dengan tujuan utama Indonesia, yakni menciptakan perdamaian dan kemerdekaan di Palestina.

Sugiono menyampaikan hal itu tak lama setelah Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan para pemimpin dan tokoh-tokoh Islam di Istana Negara, Jakarta Pusat pada Selasa (3/2).

BACA JUGA: RI Diminta Mundur dari Board of Peace, Connie: Itu Seruan Konstitusional

Pertemuan tersebut membahas perkembangan situasi geopolitik global, khususnya keanggotaan Indonesia di Board of Peace.

“Kalau memang tidak sesuai dengan apa yang dinginkan, yaitu situasi damai di Gaza, damai di Palestina, dan pada akhirnya kemerdekaan serta kedaulatan Palestina, tentu itu menjadi bahan evaluasi,” ujar Sugiono.

BACA JUGA: Menkeu Purbaya Sebut Iuran Board of Peace Diambil dari Anggaran Kemenhan

Menurut dia, Prabowo secara langsung meluruskan sejumlah persepsi publik terkait keikutsertaan Indonesia di forum tersebut.

Prabowo bilang, keanggotaan itu sebagai bagian dari komitmen untuk mendorong perdamaian di Timur Tengah, khususnya di Gaza.

BACA JUGA: Indonesia Tak Beri Cek Kosong untuk Board of Peace, GREAT Institute: Prabowo Siap Evaluasi

Sugiono menegaskan, tujuan utama diplomasi Indonesia tetap pada solusi dua negara (two-state solution).

“Trajektori yang ingin dicapai jelas. Koridor-koridornya ada di situ, yaitu perdamaian dan kemerdekaan Palestina,” kata Sugiono.

Terkait masih berlanjutnya serangan Israel ke Gaza, Sugiono menyatakan hal tersebut memang mencederai proses yang sedang dibangun.

Politikus Partai Gerindra itu mengungkapkan, Indonesia bersama tujuh negara lain yang tergabung dalam kelompok delapan negara dengan populasi muslim terbesar mengecam serangan tersebut.

Pernyataan itu menegaskan pentingnya semua pihak menghormati kesepakatan yang telah dibangun demi menjaga perdamaian.

“Indonesia menuntut tanggung jawab dari semua pihak. Setiap situasi harus dinilai dan ditangani secara hati-hati dengan tetap berpegang pada tujuan akhir,” tuturnya.

Diketahui Prabowo Subianto turut menandatangani piagam Dewan Perdamaian (Board of Peace) untuk Gaza pada sela-sela acara World Economic Forum (WEF) 2026 di Congress Hall, Davos, Swiss, Kamis (22/1).

Sugiono menyatakan tidak ada kewajiban bagi negara anggota untuk membayar dana iuran sekitar 1 miliar dolar AS (Rp 16,82 triliun).

Menlu RI menegaskan bahwa negara yang diundang dapat menjadi anggota Dewan Perdamaian selama tiga tahun. (mcr4/jpnn)


Redaktur : Mufthia Ridwan
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Harga Emas Hari Ini 4 Februari 2026: Produk Antam Meroket, Global Makin Kinclong
• 9 jam laluviva.co.id
thumb
Ahli Ungkap Sewa Terminal BBM PT OTM Bikin Pertamina Hemat USD 9,6 Juta
• 10 jam laluviva.co.id
thumb
Menang 2 Grammy Awards 2026, Lady Gaga: Saya Adalah Ratu
• 21 jam lalugenpi.co
thumb
Siswa SD Gantung Diri di Ngada NTT Dipicu Tak Dibelikan Buku dan Pulpen
• 15 jam laludetik.com
thumb
Misbakhun Tegaskan Fokus Pimpin Komisi XI DPR di Tengah Isu Calon Ketua OJK
• 2 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.