Ahli Ungkap Sewa Terminal BBM PT OTM Bikin Pertamina Hemat USD 9,6 Juta

viva.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Ahli akuntansi forensi Mohammad Mahsun menyatakan, PT Pertamina (Persero) dapat menghemat hingga US$ 9,6 juta dari penyewaan terminal BBM milik PT Orbit Terminal Merak (PT OTM) pada periode 2014-2025.

Hal itu disampaikan Mahsun saat dihadirkan sebagai ahli dalam sidang perkara dugaan korupsi tata kelola minyak dan produk kilang dengan terdakwa beneficial owner PT Navigator Khatulistiwa Muhammad Kerry Adrianto Riza dan terdakwa lainnya di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa 3 Februari 2026.

Baca Juga :
Guru Besar UI Khawatir Kasus Pertamina Buat Anak Muda Takut Berbisnis dengan Negara
Eks Ketua MK Hamdan Zoelva Nilai Kasus Pertamina Murni Keputusan Bisnis, Bukan Korupsi

Mulanya, Mahsun mengaku sepakat dengan pernyataan guru besar ilmu manajemen Universitas Indonesia (UI) Rhenald Kasali yang juga dihadirkan sebagai ahli dalam persidangan hari ini. Rhenald menyebut pembelian BBM jenis RON dari Singapura lebih mahal sekitar US$ 2 per barel. 

Selanjutnya, Mahsun membandingkan biaya pengangkutan BBM dengan menggunakan terminal BBM OTM dan tidak menggunakan terminal tersebut. Tanpa menggunakan terminal BBM milik OTM, terdapat arus keluar sekitar US$ 24,5 miliar.

"Penjelasannya adalah sebelum ada terminal OTM ini, Pertamina perlu membeli BBM dari Singapura dan BBM yang dibeli dari Singapura itu memiliki harga yang lebih tinggi. Memang fakta yang kita dapatkan juga sama," kata Mahsun di persidangan.

Mahsun mengatakan, total pembelian dan pengangkutan BBM dengan menggunakan terminal PT OTM berada di angka US$ 23,9 miliar. Jika dijabarkan lebih terperinci, terdapat penghematan sekitar US$ 9,6 juta jika menggunakan terminal BBM PT OTM.

"Jadi kalau dia tanpa terminal OTM itu sebesar 24,5, dengan menggunakan OTM 23,9. Jadi di sini ada selisih yang mana ini memberikan keuntungan bagi Pertamina kalau tetap mengacu pada periode yang di dalam kontraknya sehingga potensi inefisiensi pertamina itu berkurang 9,6 juta," katanya. 

Untuk itu, Mahsun menekankan, penyewaan terminal BBM PT OTM membuat Pertamina lebih hemat dari sisi ekonomi.

"Inilah gambaran yang bisa saya berikan kepada Yang Mulia bahwa sebenarnya penggunaan atau sewa terminal di OTM memang ya dari sisi ekonomis itu membuat efisiensi Pertamina," katanya.

Dalam persidangan ini, Mahsun juga menyoroti nilai kerugian negara Rp 2,9 triliun dalam penyewaan terminal BBM oleh Pertamina yang didakwakan jaksa terhadap Kerry cs. Mahsun mengingatkan kerugian keuangan negara perlu dihitung secara cermat dan terperinci.

Baca Juga :
Eks Ketua MK Soroti Kasus Pertamina: Rule of Law Tergerus Populisme Hukum
Infrastruktur Terintegrasi Pertamina di Indramayu Perkuat Keandalan dan Layanan Energi di Jabar hingga Jakarta
BBM Shell Super Menghilang dari Jakarta

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Batam Promosikan Kawasan Maritim di Euromaritime 2026, Gaet Pasar Internasional
• 2 jam lalupantau.com
thumb
Jadwal Salat Bandung 4 Februari 2026
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
BAZNAS Tetapkan Zakat Fitrah Rp50 Ribu di Ramadan 2026
• 19 jam laludisway.id
thumb
Rorotan Dipilih untuk RDF, Keberadaan Sawah dan Efisiensi Jadi Pertimbangan
• 16 jam lalukompas.com
thumb
Mendagri Tito Karnavian Serahkan Bantuan di Huntara Aceh Tamiang, Tegaskan Pentingnya Pemulihan Layanan Publik
• 6 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.