Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa percaya diri pertumbuhan ekonomi 2026 bakal bergerak lebih pesat. Strateginya berfokus pada menggerakkan dua mesin pertumbuhan secara bersamaan, yaitu sektor pemerintah dan swasta.
Purbaya merujuk pada kinerja perekonomian pada pemerintahan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono yang banyak didorong oleh sektor swasta. Perekonomian relatif tumbuh positif meski pemerintah cenderung bergerak secara pasif.
Sedangkan pada masa kepemimpinan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), menurut dia, partisipasi sektor swasta relatif lebih landai karena kebijakan moneter saat itu kurang mendukung sektor swasta.
Oleh sebab itu, Purbaya berpendapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi perlu menggerakkan kedua mesin secara bersamaan.
Secara paralel, Purbaya juga terus memperbaiki iklim usaha, seperti membereskan hambatan investasi (debottlenecking) melalui Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Program Strategis Pemerintah (P2SP). Hal ini dilakukan untuk memberikan kepastian kepada investor soal keamanan berinvestasi di Indonesia.
“Setelah itu, saya pikir mencapai pertumbuhan di atas enam persen tidak akan terlalu sulit. Jadi kami memaksimalkan semua mesin pertumbuhan ekonomi agar ekonomi bisa tumbuh pada kapasitas penuhnya," tutur Purbaya, dilansir Antara, Selasa, 3 Februari 2026.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: dok MI/Usman Iskandar.
Baca Juga :
Indonesia Dorong Model Pertumbuhan Inklusif di Tengah Ketidakpastian GlobalPertumbuhan ekonomi 2025 bakal di bawah target
Purbaya Yudhi Sadewa pun memperkirakan pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 sedikit di bawah target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
APBN 2025 menetapkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2 persen. Sementara Purbaya memprediksi angka pertumbuhan 2025 berkisar 5,1 persen.
"Mendekati 5,2 persen, 5,1 persenlah. Ada kemungkinan (di bawah target APBN)," ujar Purbaya kepada wartawan.
Sementara untuk pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2025, Menkeu konsisten mematok angka 5,45 persen. Angka itu lebih tinggi dibandingkan rekor pertumbuhan ekonomi pada kuartal-kuartal sebelumnya.
"Kalau saya segitu-gitu aja, 5,45 persen kan, kuartal IV doang," tambah dia.




