Pantau - Pemerintah Indonesia mengajak Malaysia untuk menjalin kerja sama dalam pengembangan generasi baru industri semikonduktor, sebagai langkah strategis menghadapi persaingan global dan memanfaatkan peluang pasar yang masih terbuka.
Malaysia Dinilai Lebih Maju, Indonesia Siap Menantang di Generasi BaruMenteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa saat ini Malaysia masih lebih maju dibandingkan Indonesia dalam industri semikonduktor.
Namun, ia menilai bahwa pada generasi baru teknologi chip, pasar masih terbuka dan memberikan ruang bagi kolaborasi kedua negara.
"Malaysia lebih maju dibandingkan Indonesia dalam industri semikonduktor. Namun, pada generasi baru semikonduktor, pasar ini masih terbuka. Karena itu, Indonesia juga menantang Malaysia dalam pengembangan generasi baru semikonduktor yang didukung oleh komitmen Presiden RI untuk mendorong pengembangan teknologi tersebut," ungkapnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Airlangga dalam acara Indonesia Economic Summit (IES) 2026 yang berlangsung di Jakarta pada Selasa, 3 Februari 2026.
Ia menekankan bahwa kerja sama dengan Malaysia penting karena negara tersebut telah memiliki ekosistem semikonduktor yang lebih matang.
Indonesia melihat peluang untuk membangun kapasitas sumber daya manusia melalui kolaborasi tersebut.
Airlangga juga menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk terlibat dalam pengembangan teknologi chip generasi baru, apalagi dengan dukungan penuh dari pemerintah.
Strategi 3 Fase dan Fokus Industri Chip NasionalPresiden Prabowo Subianto disebut telah menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan industri semikonduktor sebagai bagian dari strategi industrialisasi nasional.
Airlangga menjelaskan bahwa pemerintah tengah menginisiasi kerja sama dengan mitra strategis melalui pengembangan tiga fase secara bersamaan untuk menghemat waktu riset bertahun-tahun.
Fase pertama adalah pengembangan ekosistem startup.
Fase kedua adalah transformasi industri.
Fase ketiga adalah pengembangan chip untuk kebutuhan komputasi.
Airlangga menyebutkan bahwa industri chip masa depan di Indonesia akan difokuskan untuk sektor otomotif digital dan elektronik.
"Indonesia juga bisa masuk dan menantang di generasi baru semikonduktor, dan komitmen pemerintah sudah jelas untuk mendukung pengembangan teknologi ini," ia menegaskan.
Menurutnya, kolaborasi regional adalah kunci dalam menghadapi persaingan global di sektor chip.
Generasi baru semikonduktor disebut sangat penting untuk pengembangan perangkat mobile, internet of things (IoT), dan komputer pribadi, yang masih membuka peluang bagi negara berkembang seperti Indonesia.
Indonesia berharap kerja sama ini dapat mendorong transfer pengetahuan, memperkuat rantai pasok, serta meningkatkan nilai tambah industri dalam negeri.
"Indonesia memiliki kekuatan dari sisi hulu. Mulai dari pasir silika, Indonesia telah memiliki industri kaca lembaran (floating glass). Tahap berikutnya adalah pengembangan panel surya, kemudian sektor air. Dengan desain yang dikerjakan bersama, maka proses pencetakan akan menjadi industri berikutnya yang dapat kita kembangkan bersama," Airlangga mengungkapkan.



