Hampir Semua TPA Sampah Se-Indonesia Overcapacity Pada 2028, Siapa yang Harus Bertanggungjawab?

kompas.com
14 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan, sampah menjadi salah satu masalah krusial yang dihadapi bangsa Indonesia. 

Bahkan, persoalan ini akan mencapai tenggat waktu dalam waktu dekat. Sebab, hampir semua tempat pembuangan akhir (TPA) sampah se-Indonesia akan mengalami kelebihan kapasitas.

"Masalah bangsa ini sekarang adalah juga yang sangat krusial adalah masalah sampah. Sampah ini menjadi masalah, diproyeksikan hampir semua TPA sampah akan mengalami overcapacity pada tahun 2028 bahkan lebih cepat," ucap Prabowo dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Tahun 2026, di Sentul, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

Waktu dua tahun bukan waktu yang panjang untuk mengatasi gunungan sampah di sejumlah TPA. Dampaknya pun sudah terasa, salah satunya di Pulau Dewata.

Bali menjadi salah satu daerah yang disebut Prabowo secara langsung dalam acara tersebut.

Baca juga: Sampah Jadi Bom Waktu RI: Sisa 2 Tahun jika Tak Segera Ditanggulangi

Dia mengatakan, masalah sampah sudah memperlihatkan dampak negatif untuk pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Bali.

"Ini maaf ya, gubernur, bupati dari Bali. Ini real loh. Bali bulan Desember 2025, ini pantai Bali, bagaimana turis mau datang ke situ lihat sampah? Gubernur, bupati, SMA, SMP, SD, di bawah kendali saudara. Apa susahnya sih?" ujar Prabowo.

Prabowo mengaku menerima keluhan dari jenderal asal Korea yang menyebutkan bahwa Bali akhir-akhir ini begitu kotor dan tidak sebagus dahulu.

"Saya di Korea ketemu tokoh-tokoh, menteri-menteri, jenderal-jenderal, kadang-kadang ya tentara di manapun, dia tidak pakai basa-basi, bicaranya apa adanya. Dia ngomong ke saya," kata Prabowo.

"Dia bilang, 'Your Excellency, I just came from Bali, oh Bali so dirty now, Bali not nice'. Bah, saya tapi terima itu sebagai koreksi. Ini harus kita atasi bersama," imbuhnya lagi.

Kepala Negara mengingatkan bahwa turis tidak akan mau berwisata ke Bali apabila pantai-pantai di Bali masih kotor seperti yang dikeluhkan sang jenderal.

Baca juga: Tim Oren Semarang Tengah, Garda Terdepan Jaga Estetika Kota dari Sampah Liar

Padahal, sektor pariwisata merupakan salah satu sektor yang menyerap banyak lapangan pekerja.

Oleh sebab itu, Prabowo menegaskan bahwa keluhan sang jenderal harus menggugah para kepala daerah untuk menjaga kebersihan.

Siapa yang Harus Bertanggungjawab?

Zero Waste Campaigner, Greenpeace Indonesia Ibar Akbar mengatakan, dalam pengelolaan sampah harus ada tiga entitas yang bertanggungjawab.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Pertama adalah pemerintah itu sendiri.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
RRI dan ANTARA Dukung TVRI Maksimalkan Hak Siar Piala Dunia 2026
• 19 jam lalutvrinews.com
thumb
BNPB Targetkan Korban Bencana Sumatera Bisa Pindah ke Huntara Sebelum Ramadan
• 17 jam laludetik.com
thumb
BEI Tegaskan Danantara Bukan Negosiator dengan MSCI
• 23 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Ada Jaksa Disebut Minta Jatah Rp 1,5 Miliar Dalam Sidang Kasus Noel, Ini Kata Kejagung
• 21 jam laluliputan6.com
thumb
Antisipasi Lonjakan Arus Peti Kemas di Tanjung Perak, Pelindo Percepat Penambahan Alat
• 17 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.