Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

tvonenews.com
7 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Kabar seorang anak SD berinisial YBS (10) bunuh diri viral di media sosial. Korban ditemukan tewas gantung diri di Kecamatan Jerebuu, Ngada,  Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (29/1/2026) siang hari.

TRIGGER WARNING BUNUH DIRI: Informasi berikut ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak profesional seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

YBS merupakan siswa kelas IV di salah satu SD di Kabupaten Ngada, NTT. Ia tinggal bersama sang nenek berusia 80 tahun.

Polisi membenarkan anak SD tersebut ditemukan tewas gantung diri dengan seutas tali di dahan pohon cengkeh di pondok tempat tinggalnya bersama sang nenek. Polisi juga menemukan sepucuk surat wasiat yang berisi ungkapan kekecewaan korban pada sosok ibunya di tempat kejadian perkara (TKP).

YBS menuliskan kekecewaan kepada ibunya menggunakan bahasa daerah Bajawa. Hal itu terungkap dalam baris kedua dalam surat tersebut yang menyebut sang ibu pelit.

Isi Surat Tulisan Anak SD yang Bunuh Diri Diduga Akibat Kecewa kepada Ibunya
Isi surat wasiat ditulis anak SD yang bunuh diri di Ngada, NTT
Sumber :
  • Istimewa

Kertas Tii Mama Reti (Surat untuk mama Reti)

Mama Galo Zee (Mama pelit sekali)

Mama molo Ja'o Galo mata Mae Rita ee Mama (Mama baik sudah. Kalau saya meninggal mama jangan menangis)

Mama jao Galo Mata Mae woe Rita ne'e gae ngao ee (Mama saya meninggal, jangan menangis juga jangan cari saya ee)

Molo Mama (Selamat tinggal mama)

Dalam surat tersebut, menggambarkan dugaan penyebab YBS bunuh diri karena kecewa pada ibunya. Ia juga menyematkan sebuah gambar seseorang sedang menangis.

Selain itu, dugaan penyebab kuat siswa kelas IV SD itu lainnya akibat putus asa. Terutama kondisi dialami yang tidak kunjung mendapat uang untuk membeli buku dan pena dari ibunya, MGT (47).

Padahal, korban hanya meminta dibelikan buku dan pena dengan harga kurang dari Rp10 ribu. MGT tidak memenuhi permintaan tersebut karena sempat menjawab, "mereka tak punya uang."


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kontribusi Indonesia bagi solusi Palestina
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
Perluas Digitalisasi Bansos, Gus Ipul: Transformasi Bangsa Dimulai dari Data
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Usai Tembak Mati Mantan Istri, Jose Melarikan Diri lalu Mobilnya Tabrak Kendaraan Polisi
• 7 jam lalurealita.co
thumb
Anwar Usman Segera Pensiun, Ini 10 Nama Calon Hakim Konstitusi Penggantinya
• 14 jam lalukompas.com
thumb
1 WNI Sandera Perompak di Somalia Berhasil Dipulangkan, Kemlu Upayakan Pembebasan 5 Lainnya
• 11 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.