Jakarta, VIVA – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar atau Cak Imin melantik Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB se-Indonesia pada Selasa, 3 Februari 2026.
Total, ada 190 pengurus yang dilantik terdiri dari ketua dewan syuro, sekretaris dewan syuro, ketua, sekretaris , dan bendahara.
Dalam sambutannya, Cak Imin mengingatkan bahwa ratusan DPW yang dilantik memikul amanah sejarah besar yaitu menjaga PKB sebagai rumah besar perjuangan bangsa.
"Yang berakar pada nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan persaudaraan di dalam kebangsaan," kata Cak Imin.
Cak Imin mengingatkan bahwa PKB dilahirkan bukan hanya untuk mengejar kekuasaan. Dia pun meminta seluruh pengurus DPW mengingat hal tesebut.
"PKB dilahirkan bukan untuk hanya mengejar kekuasaan, melainkan untuk menghadirkan politik yang bermoral, beradab, dan berpihak kepada rakyat kecil," tuturnya.
"Karena itu, kepemimpinan di PKB tidak hanya diukur dengan jumlah suara, kerasnya suara, melainkan dari keteguhan nilai dan keteladanan sikap," sambungnya.
Setelah menyampaikan pidato dan arahan, Cak Imin pun memimpin ratusan pengurus DPW untuk membaca sumpah dan janji jabatan. Terdapat enam poin yang dibacakan yaitu:
1. Bahwa saya, menerima kepemimpinan ini sebagai amanah, bukan sekedar jabatan, dan saya akan mengabdikannya sepenuh hati untuk kepentingan bangsa, negara, dan rakyat Indonesia.
2. Bahwa saya, akan menjaga dan memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan sosial, persaudaraan, dan persatuan dalam keberagaman sebagai jalan politik PKB yang berakar pada Pancasila, berlandaskan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan setia kepada NKRI.
3. Bahwa saya, akan memelihara kehormatan diri dan martabat PKB dalam menjalankan pikiran, ucapan, tindakan, serta berpolitik dengan etika, moral, dan tanggung jawab sejalan dengan cita-cita, visi, dan pedoman berpolitik PKB.
4. Bahwa saya, akan patuh pada keputusan organisasi, menjaga soliditas kepemimpinan dan persatuan kader, serta menjalankan tugas organisasi dengan amanah, kejujuran, disiplin, dan keberanian, serta mengutamakan kepentingan partai, bangsa, dan rakyat di atas kepentingan pribadi, kelompok, atau kekuasaan sesaat.
5. Bahwa saya, akan melaksanakan seluruh komitmen dan kontrak kerja bukan sekedar sebagai kewajiban administratif, melainkan sebagai janji politik dan moral kepada PKB dan rakyat Indonesia.





