Grebeg Sudiro 2026 Ditarget Sedot 450 Ribu Wisatawan

metrotvnews.com
8 jam lalu
Cover Berita

Solo: Grebeg Sudiro 2026 akan menjadi puncak perayaan Tahun Baru Imlek di Kota Solo. Rangkaian kegiatan diawali tradisi Umbul Mantra-mantra pada Rabu, 5 Februari 2026, sekitar pukul 18.00 WIB.

“Grebeg Sudiro sebagai satu-satunya event tingkat kelurahan yang mampu menembus seleksi bergengsi, sekaligus masuk Top 10 Event Pariwisata Jawa Tengah,” ujar Ketua Panitia Grebeg Sudiro 2026, Arsatya Putra Utama di Solo, Selasa, 3 Februari 2026.

Event yang juga masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 ini akan dirangkaikan dengan festival seni budaya, kuliner, dan hiburan rakyat. Grebeg Sudiro tahun ini mengusung tema Heritage In Harmony, bertujuan menunjukkan pentingnya menjaga warisan budaya sambil hidup harmonis di tengah modernisasi.

“Kami menargetkan 450 ribu orang akan mengunjungi event tersebut,” ujar Arsatya.
 

Baca Juga :

Sambut Imlek 2026, 93 Gedung di Jakarta Bakal Dihiasi Lampion


Rangkaian acara meliputi Festival Kuliner di Ketandan pada 6-21 Februari, menampilkan 60 tenant pasar dan 250 pedagang UMKM dengan makanan khas Solo dan sajian kreatif. Pengunjung juga dapat menikmati Wisata Perahu Hias setiap sore hingga malam dengan tiket Rp10.000 per perahu, menyusuri sungai yang dihiasi ribuan lampion.

Selain itu, Bazar UMKM dan Sendratari Kreasi Baru akan digelar di Balai Kota Solo pada 10-16 Februari, menampilkan pertunjukan kesenian lokal dan modern setiap malam.

Puncak acara adalah Karnaval Budaya Grebeg Sudiro pada Sabtu, 15 Februari 2026, pukul 13.00–18.00 WIB. Rute karnaval dimulai dari Pasar Gede, melintasi Jalan Jenderal Sudirman, Mayor Sunaryo, Kapten Mulyadi, RE Martadinata, Cut Nyak Dien, hingga Ir. Juanda.

“Karnaval akan menampilkan peserta lokal, nasional, bahkan mancanegara antara lain dari Pakistan, Malawi, Tanzania, India, Timor Leste, Suriah, Nigeria, Sudan, Jepang, dan Thailand,” ungkap Arsatya.

Lurah Sudiroprajan, Agustinus Deny Khristiawan, menegaskan Grebeg Sudiro bukan hanya seremoni budaya, tetapi motor penggerak ekonomi lokal. “Warga terlibat mulai dari pembuatan jodang hingga bazar UMKM, sehingga dampak ekonomi langsung dirasakan masyarakat,” pungkas Deny.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Rosan: Merger Tiga Subholding Pertamina segera Difinalisasi
• 14 jam lalukatadata.co.id
thumb
Diet GLP-1 Lagi Hits, ZAP Bikin Pendekatan Lebih Aman: Berat Badan Turun, Kulit Tetap Glowing
• 20 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Saat Potongan Aplikator dan Program Berbayar Gerus Pendapatan Driver Ojol...
• 2 menit lalukompas.com
thumb
Bunga Bangkai Raksasa Ditemukan Mekar di Salareh Aia, Sumbar
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Purbaya: Program Gentengisasi Pakai APBN, Nilainya Tak Sampai Rp1 Triliun
• 13 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.