Pesan Mega untuk Perempuan: Jangan Terjebak Dilema Antara Rumah dan Masyarakat

detik.com
21 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, berpesan kepada kaum perempuan agar tak terjebak dilema palsu bahwa perempuan hanya mengurusi sektor domestik. Megawati menyinggung butuhnya dukungan negara dan lingkungan sosial agar perempuan berdaya berkecimpung di sektor publik.

"Saya ingin mengingatkan kembali agar perempuan tidak terjebak dalam dilema palsu antara rumah dan masyarakat. Yang dibutuhkan adalah manajemen waktu, komunikasi yang setara dengan pasangan hidup, serta dukungan struktural dari negara dan lingkungan sosial," kata Megawati dalam forum Majelis Persaudaraan Manusia Zayed Award 2026 di Museum Nasional Zayed, Selasa (3/2/2026).

Baca juga: Megawati Kenalkan Bhinneka Tunggal Ika di Zayed Award: Kami Punya 17 Ribu Pulau

Megawati bercerita mengenai proses panjang dirinya menjadi seorang pemimpin. Dia didik oleh Bapak dan Ibunya mengenai nilai-nilai penting yang menjadikannya sebagai pribadi yang sekarang.

"Sebagai pemimpin, maka saya menjadi seorang yang dijadikan oleh orang tua saya, bapak saya seorang presiden, tentu ibu saya seorang First Lady, yang datang dari etnis yang berbeda, yang membuat saya tetapi sekarang menjadi manusia yang seperti ini, itu adalah karena keyakinan, keteguhan, keuletan, keberanian, dan kesabaran, dipadu dengan etika moral dan hati nurani," kata Megawati.

Megawati juga bersyukur dirinya tetap mampu menjalankan peran sebagai seorang istri dan ibu dari ketiga putra-putrinya. Di samping itu, Megawati juga mempunyai pengalaman panjang di politik mulai dari Ketua Umum PDIP sejak 1993, anggota DPR RI, Wakil Presiden hingga Presiden Republik Indonesia.

"Suami saya almarhum adalah juga pernah menjadi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia. Kepemimpinan, baik di rumah maupun di masyarakat, tidak pernah tumbuh dalam kesendirian. Dan di dalam keluarga saya, baik rumah ataupun masyarakat, itu adalah semua perlu kepemimpinan," imbuh Megawati.

Baca juga: Megawati Hadiri Majelis Zayed Award, Duduk Bareng Ramos Horta dan Peraih Nobel

Bagi Megawati, kepemimpinan perempuan adalah tentang kemampuan menyatukan peran, bukan mempertantangkannya. Kepemimpinan perempuan juga, kata dia, adalah tentang menghadirkan empati sosial dan kontribusi nyata bagi kemanusiaan.

"Ketika perempuan menghadirkan nilai kemanusiaan, empati, dan keadilan dalam seluruh ruang hidupnya, kepemimpinan tidak lagi semata soal jabatan, melainkan kontribusi nyata bagi terwujudnya yang dicita-citakan kita bersama, yaitu Human Fraternity, sebagaimana dicita-citakan oleh para pendiri bangsa di mana pun juga, dan relevan bagi masa depan peradaban global," beber dia.




(fca/fca)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Usai Tembak Mati Mantan Istri, Jose Melarikan Diri lalu Mobilnya Tabrak Kendaraan Polisi
• 22 jam lalurealita.co
thumb
Kolaborasi Sangat Penting dalam Wujudkan Pembangynan Infrastruktur
• 2 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
15 Tips Menghilangkan Pedas di Mulut
• 20 jam lalumediaindonesia.com
thumb
KPK Telusuri Aset Ridwan Kamil yang Belum Dilaporkan ke LHKPN
• 21 jam laluokezone.com
thumb
Fondasi Bisnis Kokoh Jadi Modal Hankook Tire Menangkap Peluang di 2026
• 7 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.