Megawati Cerita Pengalaman Tangani Konflik Saat Jadi Presiden, Dialog Jadi Kunci

detik.com
1 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, menceritakan pengalamannya saat memimpin Indonesia pada periode 2001-2004. Megawati mengedepankan pendekatan dialog saat Indonesia dilanda konflik horizontal.

Hal itu disampaikan oleh Megawati dalam forum Majelis Persaudaraan Manusia Zayed Award di Museum Nasional Zayed, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), Selasa (3/2/2026). Megawati menjelaskan kunci dari penanganan konflik adalah memahami secara utuh mengenai kemanusiaan masyarakat Indonesia.

"Ketika saya menjabat sebagai Wakil Presiden tahun 1999 sampai 2001, dan kemudian Presiden Republik Indonesia pada periode 2001 sampai 2004, negara menghadapi konflik horizontal yang mengancam sendi persatuan nasional, seperti di Poso (Sulawesi Tengah) dan Ambon (Maluku). Kalau tidak pernah ke Indonesia, mungkin tidak akan bisa mengerti karena tempatnya terpecah-pecah oleh pulau. Maka betul-betul kalau kita tidak mempunyai rasa kemanusiaan, akan sangat sulit mempersatukan satu dengan lainnya," kata Megawati.

Baca juga: Pesan Mega untuk Perempuan: Jangan Terjebak Dilema Antara Rumah dan Masyarakat

Ketua Umum PDIP itu menjelaskan konflik yang terjadi pada awal 2000-an tersebut berlatar belakang agama dan etnis. Sebagai kepala negara, Megawati mengatakan dirinya berupaya untuk menghadirkan negara sebagai penjamin rekonsiliasi dan bukan sebagai kekuatan yang represif.

"Melalui pendekatan dialog, pemerintahan yang saya pimpin memfasilitasi perundingan damai yang menghasilkan jalan penyelesaian konflik secara musyawarah dan mufakat, dan mengakhiri konflik itu serta menghasilkan rekonsiliasi nasional," imbuh Megawati.

Berkaca dari pengalaman tersebut, Megawati mengatakan Pancasila sebagai falsafah bangsa Indonesia bukan hanya menjadi ideologi formal, tapi juga menjadi jiwa bangsa Indonesia.

"Pancasila berfungsi sebagai dasar berpijak dan bintang penuntun ke mana arah dan perjuangan bangsa Indonesia," imbuh dia.

Baca juga: Megawati Kunjungi KBRI Abu Dhabi, Bahas Pelayanan WNI hingga Isu Geopolitik

Megawati menjelaskan inti dari Pancasila adalah spirit gotong royong. Semangat itulah yang menyatukan bangsa Indonesia meskipun masyarakatnya beragam.

"Gotong Royong itulah yang telah membuat bangsa Indonesia yang beragam-ragam latar belakangnya itu dapat bersatu dan membangun negara dengan perlakuan dan hak yang sama di mata hukum dan pemerintahan bangsa kami," kata Megawati.




(fca/fca)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jalan Panjang Hogi Minaya untuk Cari Keadilan
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Rebutan Balung Tanpa Isi: Saat "Peace Plan" Trump Menyudutkan Non-Blok
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Prabowo Tegur Gubernur Bali soal Sampah: Pariwisata Tak Akan Bertahan jika Lingkungan Kotor
• 19 jam lalurctiplus.com
thumb
Penumpang LRT Jabodebek Tembus 2,7 Juta di Januari 2026, Naik 26 Persen
• 6 jam laluliputan6.com
thumb
Pakar Nilai Lokasi Taman Roci Dekat RDF Rorotan Tak Ideal, Buat Fungsi RTH Gagal
• 8 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.