Indonesia-Slovakia Sepakat Perkuat Kerja Sama Energi Nuklir, Pertanian, dan Pertahanan

pantau.com
6 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Indonesia menegaskan bahwa ketahanan dan transisi energi tetap menjadi prioritas nasional, termasuk melalui pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) sebagai langkah menuju energi bersih.

Pernyataan ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Grata Endah Werdaningtyas usai konferensi pers bersama antara Menteri Luar Negeri RI Sugiono dan Menteri Luar Negeri Slovakia Juraj Blanar di Jakarta pada 3 Februari 2026.

Dalam konferensi pers tersebut, Indonesia dan Slovakia sepakat untuk meningkatkan kerja sama di sektor transisi energi, swasembada pangan, dan kesehatan.

Slovakia menawarkan keahlian di bidang nuklir, termasuk kapasitas dalam pengembangan dan penonaktifan (decommission) fasilitas nuklir.

Grata menyatakan bahwa Slovakia juga memiliki pengalaman dalam pengawasan dan pengamanan (safeguard) program nuklir.

"Isu safeguard, limbah, dan keselamatan pasca-penutupan PLTN menjadi perhatian penting, dan tidak semua negara, termasuk di Eropa, memiliki kapasitas decommission," ungkapnya.

Kerja Sama Pertanian dan Pertahanan Diperluas

Selain bidang energi, kerja sama pertanian juga menjadi perhatian kedua negara.

Grata menyampaikan bahwa kerja sama ini dilandasi keberhasilan riset antara Universitas Andalas dan universitas di Slovakia dalam mengembangkan varietas gandum yang dapat tumbuh di iklim tropis.

Indonesia dan Slovakia juga membuka peluang peningkatan kerja sama pertahanan, tidak hanya dalam pengadaan alutsista, tetapi juga melalui pengembangan kapasitas bersama.

"Ada pembicaraan bagaimana meningkatkan kerja sama pertahanan, bukan hanya alutsista, tetapi juga joint cooperation untuk peningkatan kapasitas, joint development, dan lain-lain," ia mengungkapkan.

Mekanisme Bilateral Jadi Fondasi Penguatan Hubungan

Di tingkat teknis, Indonesia dan Slovakia telah memiliki sejumlah mekanisme bilateral seperti forum konsultasi bersama dan komite ekonomi.

Mekanisme ini disebut sebagai fondasi penting dalam memperkuat kerja sama kedua negara.

Jika ke depan terbentuk kemitraan strategis, mekanisme yang ada akan dimanfaatkan untuk meninjau kesepakatan yang telah dibuat agar tidak tumpang tindih serta memastikan kerja sama berjalan secara terstruktur.

Grata menekankan bahwa strategi utama kerja sama adalah memastikan peningkatan level kerja sama bilateral benar-benar memberikan manfaat bagi kedua negara.

"Jadi, tidak semua sektor kita jajaki. Kita memastikan (hanya) sektor-sektor yang memberikan keuntungan bagi kedua negara," tegasnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Tata Cara Sholat Nisfu Syaban 2026: Niat, Doa, dan Amalan Yasin 3 Kali2.
• 23 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Tulungagung Terima Rp18 Miliar untuk Perbaikan Jalan dari Program IJD
• 8 jam lalurepublika.co.id
thumb
Polda Metro Jaya Panggil Pandji Pragiwaksono Terkait ‘Mens Rea’ Pada 6 Februari
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Tecno bikin HP harga sejutaan pakai layar 120hz, kaum mendang-mending tertarik?
• 17 jam lalubrilio.net
thumb
Status Darurat Sumatra Dicabut, BNPB Pastikan Dana Siap Pakai Tetap Mengalir
• 14 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.