Blackstone: AI Jadi Ancaman Terbesar Bisnis Global

wartaekonomi.co.id
4 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Raksasa Manajer Aset Alternatif, Blackstone menyebut bahwa kecerdasan buatan (AI) merupakan ancaman terbesar untuk dunia usaha secara global.

Dikutip dari Reuters, Presiden dan Chief Operating Officer Blackstone, Jon Gray mengatakan bahwa dalam zaman teknologi seperti saat ini, semua lini kehidupan mulai tersentuh teknologi dari AI. 

Baca Juga: Anker Perluas Bisnis Lewat Smart Display Charger di Indonesia

“Kita harus memikirkan hal ini hampir dalam setiap hal yang kita lakukan saat ini,” ujar Gray.

Hal itulah yang mendorong perusahaannya melakukan diversifikasi dalam mengelola asetnya. Ia mengatakan bahwa dampak disrupsi teknologi memang tak merata dalam sektor-sektor yang menjadi sorotannya, namun hal tersebut bukan berarti mereka bebas dari AI.

Gray mengatakan bahwa beberapa aset seperti jaringan toko sandwich dan kompleks apartemen dinilai relatif lebih aman dari gangguan teknologi.

Namun, ia menegaskan bahwa bisnis lain menghadapi tantangan yang jauh lebih serius. Gray mencontohkan perusahaan asuransi yang mulai menurunkan premi bagi pelanggan yang menggunakan mobil swakemudi, sebuah tren yang berpotensi mengubah industri perbaikan kendaraan, asuransi otomotif dan berbagai bisnis berbasis aturan.

“Kita mulai bertanya, apa yang harus dilakukan usai kecelakaan? Apa dampaknya bagi asuransi kendaraan? Apa yang akan terjadi pada berbagai bisnis berbasis aturan?” kata Gray.

Gray sendiri mengaku telah berinvestasi besar pada infrastruktur pendukung akal imitasi, termasuk pusat data. Gray mengatakan pendekatan picks and shovels atau berinvestasi pada infrastruktur dasar dinilai sebagai cara paling aman untuk memanfaatkan megatren dari AI.

“Tidak perlu mengetahui siapa yang akan menjadi pemenang atau pecundang,” ujarnya.

“Pusat data, kendaraan otonom dan robot semuanya membutuhkan listrik dan infrastruktur digital," tambahnya.

Baca Juga: Komisi VI DPR: RDMP Balikpapan Bukan Sekadar Aset Bisnis Pertamina

Blackstone juga menanamkan modal pada perusahaan pengembang large language model serta perusahaan perangkat lunak yang menerapkan teknologi AI. Gray mengakui investasi tersebut berpotensi menghasilkan nilai besar, namun memiliki risiko yang lebih tinggi.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kapal Tempur Australia HMAS Toowoomba Sandar di Jakarta
• 14 jam laludetik.com
thumb
Aksi Emiten Prajogo Pangestu (BRPT) Buyback Saham Rp 1 T saat Pasar Bergejolak
• 1 jam lalukatadata.co.id
thumb
Penampakan Taman Roci Senilai Rp 2,9 Miliar, Berdiri di Daerah Rawan Banjir
• 22 jam lalukompas.com
thumb
Prabowo Bakal Terima Pimpinan Ormas Islam dan Ponpes, Ini Pembahasannya
• 17 jam lalubisnis.com
thumb
Semifinal Sarat Emosi! Timnas Futsal Indonesia Jumpa Mantan Pelatih Jepang
• 7 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.