Kemenhaj Dorong Ekspor 3.911 Ton Beras Haji Nusantara ke Arab Saudi

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Direktur Jenderal PE2HU, Jaenal Effendi, menekankan pentingnya penyediaan beras Haji Nusantara bagi jamaah Indonesia yang terbiasa mengonsumsi beras lokal.

Kemenhaj Dorong Ekspor 3.911 Ton Beras Haji Nusantara ke Arab Saudi (FOTO:Dok Kemenhaj)

IDXChannel - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU) mendorong ekspor Beras Haji Nusantara ke Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jamaah haji Indonesia. 

Upaya ini dibahas dalam kunjungan dan rapat koordinasi Ditjen PE2HU bersama Perum Bulog, Selasa (3/2/2026).

Baca Juga:
Ekonomi Indonesia Diproyeksi Tumbuh 5,23 Persen di Kuartal IV-2025

Direktur Jenderal PE2HU, Jaenal Effendi, menekankan pentingnya penyediaan beras Haji Nusantara bagi jamaah Indonesia yang terbiasa mengonsumsi beras lokal.

“Jamaah kita tidak terbiasa dengan beras yang beredar di sana. Perbedaan jenis dan kualitas dapat mengurangi asupan makan mereka, yang berpotensi memengaruhi kesehatan,” ujarnya dalam keterangan pers Selasa (3/2/2026).

Baca Juga:
BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan Didorong Perbesar Porsi Kepemilikan di Saham

Pemenuhan beras konsumsi jamaah haji menjadi perhatian lintas kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Pertanian, Perum Bulog, dan Kementerian Perdagangan. Pada musim haji 1447 H/2026 M, jumlah jamaah Indonesia beserta petugas diperkirakan mencapai 205.420 orang, dengan kebutuhan beras sekitar 3.911 ton yang akan disalurkan ke 75 dapur katering di Makkah dan Madinah.

Adapun tantangan utama ekspor beras Indonesia ke Arab Saudi masih pada aspek harga yang belum kompetitif dibandingkan negara pesaing. 

Baca Juga:
Indonesia Masih Jadi Magnet Investor Asing di Tengah Volatilitas Pasar Global

"Beras premium Vietnam dijual sekitar USD482 per metrik ton, sedangkan beras Indonesia setara kualitasnya mencapai sekitar USD 850 per metrik ton, belum termasuk biaya logistik,” tutur Jaenal.

Pemerintah perlu mempertimbangkan pemberian dukungan dan fasilitas agar harga beras Indonesia lebih terjangkau, mengingat konsumsi ini khusus untuk jamaah haji.

Saat ini, terdapat empat importir di Arab Saudi yang menyatakan kesiapan menerima beras Indonesia, yaitu SBTC, Mauladawilah, Tamayiz Asia, dan Muhammad Bawazier Trading, dengan catatan harga dan kualitas sesuai standar.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan kesiapan Bulog dan mitra industri dalam mendukung ekspor beras untuk kebutuhan haji dan umrah. 

"Kami memastikan seluruh ekspor beras mengikuti ketentuan perizinan yang berlaku, memenuhi sertifikasi halal, serta sesuai dengan standar Saudi Food and Drug Authority (SFDA), termasuk melalui uji mutu dan keamanan pangan,” katanya.

Upaya kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen Kemenhaj untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan jamaah haji, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi melalui penguatan ekspor produk lokal.

(kunthi fahmar sandy)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kemenhaj Perkuat Pengawasan Umrah, Pastikan Hak Jemaah Terlindungi
• 11 jam laludisway.id
thumb
PPATK Dapat Anggaran Rp 333 Miliar untuk 2026, Akan Dipakai Apa Saja?
• 17 jam lalukompas.com
thumb
Bencana Tanah Longsor di Kudus Jateng, Akses Jalan Menawan-Rahtawu Sempat Tertutup
• 18 jam laluliputan6.com
thumb
Siapkan Rp 12 Triliun Stimulus Ekonomi di Lebaran 2026, Airlangga: Diskon Tiket Pesawat 16 Persen
• 15 jam laluviva.co.id
thumb
Hujan Ringan Diprediksi Guyur Jabodetabek Hari Ini
• 23 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.