Purbaya Surati BI Soal Pansel, Sebut Mundurnya Pimpinan OJK Sinyal Baik Bagi Investor

bisnis.com
11 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebut pengunduran diri 3 petinggi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi sinyal bagus bagi investor pasar modal.

Dia juga telah menyurati Bank Indonesia (BI) dan unsur lainnya supaya mengirimkan nama untuk masuk dalam Panitia Seleksi (Pansel) pimpinan Dewan Komisioner alias DK OJK.

Sekadar informasi, pemerintah diwajibkan segera membentuk pansel setelah 3 kursi petinggi OJK kosong imbas pengumuman dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang memicu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi sangat dalam. 

"Ini kami sedang kirim surat ke BI dan pihak-pihak terkait untuk kirim perwakilan sebagai pansel. Untuk yang private dari masyarakatnya kami akan kontak satu-satu untuk menjadi anggota pansel," kata Purbaya, dikutip Rabu (4/2/2026).

Pria yang menjabat Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) itu mengaku ingin agar pansel OJK segera dibentuk. Dia menyebut apabila mengacu ke peraturan perundang-undangan yang ada, pemilihan pansel tidak bisa menunggu lama agar tidak ada kekosongan jabatan. 

"Harusnya sebenarnya sekarang sudah paling telat kalau kita ikuti undang-undang yang ada sekarang," terang Purbaya. 

Baca Juga

  • Purbaya Bocorkan Proses Pansel Ketua OJK Definitif Selesai dalam Dua Pekan
  • OJK Sebut Berkantor di BEI Bersifat Fleksibel, Tanpa Tenggat Waktu
  • Aturan Free Float 15% Segera Berlaku, OJK & BEI Sosialisasi ke Pelaku Pasar

Adapun pada dialog yang dihadiri olehnya pada acara tersebut, Purbaya mengatakan bahwa pengunduran diri Ketua, Wakil Ketua serta salah satu Anggota Dewan Komisioner OJK akhir pekan lalu imbas kondisi IHSG merupakan sinyal yang bagus kepada investor. 

Purbaya menyebut, sudah seharusnya para petinggi OJK itu termasuk Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman bertanggung jawab akibat koreksi yang dalam pada IHSG. 

"Ketika pasar mengalami koreksi mendalam, maka mereka seharusnya bertanggung jawab. Karena kami tahu bahwa mereka tidak merespons apa yang diinginkan MSCI, dan OJK bertanggung jawab mengendalikan pasar. Keduanya [BEI dan OJK] bertanggung jawab atas hal tersebut, termasuk Ketua OJK. Menurut saya itu adalah hal yang bagus, artinya mereka mengerti mereka berbuat salah dan mengambil tanggung jawab," ujarnya dalam dialog berbahasa Inggris itu. 

Untuk diketahui, pengunduran diri pertama pada Jumat (30/1/2026) diawali oleh Dirut BEI Iman Rachman. Kemudian, pada sore dan malam harinya, Ketua DK OJK Mahendra Siregar, Wakil Ketua DK OJK Mirza Adityaswara serta Anggota OJK Inarno Djajadi turut mengundurkan diri. 

Adapun nantinya pansel OJK yang akan dibentuk terdiri dari unsur pemerintah, akademisi, profesional sektor keuangan serta tokoh masyarakat. 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jadwal Babak Semifinal Piala Asia Futsal 2026: Timnas Futsal Indonesia Lawan Jepang
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Polisi Sebut Habib Bahar Ikut Lakukan Pemukulan di Kasus Penganiayaan Banser
• 22 jam lalusuara.com
thumb
Klaim Sukses di Banyuwangi, Luhut Umumkan Digitalisasi Bansos Diperluas ke 40 Daerah
• 21 jam lalusuara.com
thumb
KPK Usut Kaitan 600 Lowongan Perangkat Desa dengan Kasus Pemerasan Bupati Pati
• 14 menit laludetik.com
thumb
DPR Panggil Menteri PU ke Senayan Hari Ini, Ada Apa?
• 5 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.