KPK mengatakan Pemkab Pati membuka 600 lebih lowongan perangkat desa di 21 kecamatan. KPK pun mengusut kaitan pembukaan formasi tersebut dengan dugaan pemerasan yang menjerat Bupati Pati nonaktif Sudewo sebagai tersangka.
"Ada 21 kecamatan di wilayah Pati yang direncanakan membuka formasi jabatan perangkat desa dengan jumlah 600 lebih formasi gitu kan," ujar jubir KPK Budi Prasetyo kepada wartawan, dikutip Rabu (4/2/2026).
Dia mengatakan jumlah formasi itu cukup besar. Dia mengatakan penyidik KPK sedang mendalami apakah ada kaitan praktik pemerasan dengan pembukaan ratusan formasi perangkat desa itu.
"Ini kan nilai yang cukup besar gitu kan, baik besar dalam konteks jumlah formasi yang dibuka ataupun dugaan tindak pemerasan, jika itu kemudian juga dilakukan atau diduplikasi di wilayah-wilayah lainnya," katanya.
Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan empat tersangka. KPK menduga Sudewo memasang tarif Rp 125-150 juta ke calon perangkat desa.
Tarif itu kemudian dinaikkan oleh para anak buahnya menjadi Rp 165-225 juta untuk setiap calon perangkat desa. KPK menyita total Rp 2,6 miliar terkait kasus ini.
Berikut identitas 4 tersangka kasus pemerasan calon perangkat desa di Pati:
- Sudewo selaku Bupati Pati periode 2025-2030
- Abdul Suyono selaku Kades Karangrowo, Kecamatan Jakenan
- Sumarjiono selaku Kades Arumanis, Kecamatan Jaken
- Karjan selaku Kades Sukorukun, Kecamatan Jaken.
(kuf/haf)

