Purbaya Ramal Pertumbuhan Ekonomi 2025 Berpeluang di Bawah Target APBN

bisnis.com
13 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun 2025 berpeluang di bawah target pemerintah yang ekspektasinya di angka 5,2%.

Purbaya memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2025 hanya akan tumbuh di sekitar angka 5,1%.

"[Tumbuh] 5,2%, 5,1% lah. Ada kemungkinan [di bawah target APBN], tetapi kita lihat. Saya enggak tahu angkanya belum keluar kan? Kalau tebakan saya 5,2%, tapi kami enggak tahu. Nanti salah lagi, jadi saya enggak intervensi BPS," katanya, dikutip (4/2/2026). 

Meski demikian, Purbaya optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi pada tahun ini akan jauh lebih baik dibandingkan 2025. Dia menyebut sejumlah indikator perekonomian mulai bergerak ke angka positif. 

Pada awal tahun 2026, misalnya, indeks manufaktur Indonesia tetap bertahan di zona ekspansif di 52,3 pada Januari 2026, setelah sebelumnya berada di level 51. 

Mantan Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu menyebut tren indeks manufakfur itu menjadi sinyal positif bagi kinerja perekonomian. Selain itu, dia juga melihat geliat perekonomian dari setoran pajak APBN Januari 2026 yang tumbuh 30% (YoY). 

Baca Juga

  • Purbaya Surati BI Soal Pansel, Sebut Mundurnya Pimpinan OJK Sinyal Baik Bagi Investor
  • Purbaya 'Pede' Rating Saham RI Tak Kena Downgrade MSCI
  • Purbaya 'Pede' Ekonomi RI Tumbuh 6% pada 2026 dan Dekati 8% di 2029

"Angka yang baru kami terima tadi, pajak Januari net tumbuh 30% dibanding tahun lalu Januari. Jadi bagus keadaannya, ekonominya lebih bagus," katanya. 

Pede Ekonomi Tumbuh 6%

Adapun Purbaya menyatakan tetap optimistis pertumbuhan ekonomi pada 2026 bisa mencapai 6% dan mendekati 8% pada 2029. 

Sebagaimana yang kerap disampaikan olehnya, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menargetkan agar pertumbuhan ekonomi ke depan didorong oleh mesin pemerintah dan swasta. Dia menyebut selama 20 tahun sebelumnya perekonomian Indonesia pincang. 

Pada kepemimpinan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), perekonomian disebut olehnya didorong oleh mesin swasta. Sementara itu, penerusnya yakni Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) lebih bersandar pada mesin pemerintah. 

Pada pemerintahan Prabowo, Purbaya juga menyebut pihaknya berupaya memperbaiki iklim usaha. Setelah itu, dia percaya bahwa pertumbuhan ekonomi sebesar 6% tidaklah sulit. 

"Tahun ini [ekonomi tumbuh] 6%, tahun berikutnya 6,5%, lalu mendekati 7%, mendekati 2029 akan dekat dengan 8%. Kalau saya masih di sini," ujarnya sambil berkelakar dalam dialog berbahasa Inggris pada Indonesia Economic Summit (IES), Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (3/2/2026). 

Purbaya mengklaim punya pengalaman yang lengkap saat menjadi penasihat ekonomi di era Presiden SBY maupun Presiden Jokowi. Untuk diketahui, ekonom berlatar belakang insinyur ITB itu pernah menjadi Staf Khusus Menko Perekonomian di era Presiden SBY hingga diangkat menjadi Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) pada era Presiden Jokowi. 

Adapun Purbaya mengeklaim ruang fiskal pemerintah masih mampu untuk mendorong ekonomi tumbuh hingga 6% sampai dengan 7%. Dia menyebut akan fokus untuk mendorong kondisi ekonomi domestik sehingga nantinya investasi asing akan mengikuti dengan sendirinya. 

"Ketika kami punya kondisi ekonomi domestik yang bagus, seperti pertumbuhan 6% atau 7%, itu akan mudah untuk menarik mereka masuk. Pada waktu yang sama, saya kini punya cukup uang untuk mendorong ekonomi tumbuh menuju 6%, 6,5% atau 7%," terangnya pada acara yang diselenggarakan Indonesia Business Council (IBC) itu. 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ini Tiga Skandal Saham Gorengan dalam Bidikan Bareskrim Polri
• 11 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Editorial Surat Kabar Militer Partai Komunis Tiongkok Menuntut Kesetiaan Tentara Pasca-Pembersihan Dua Jenderal, Memicu Pertanyaan soal Stabilitas PLA
• 9 jam laluerabaru.net
thumb
Kejar Lifting 610 Ribu Barel per Hari, SKK Migas Optimalkan 39 Sumur Minyak
• 3 jam laluidxchannel.com
thumb
Padahal Dikawal Militer, Kapal Cepat Iran Nekad Dekati Tanker Berbendera AS!
• 13 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kisah Nenek, 2 Anak, dan 3 Cucunya di Maluku 10 Tahun Hidup Terasing di Hutan
• 1 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.