Cemasnya Pramono Saat Jakarta Hujan, Tak Tidur sebab Khawatir Banjir

kompas.com
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku sulit tidur nyenyak setiap kali hujan turun di Jakarta.

Sejak menjabat sebagai orang nomor satu di ibu kota, hujan selalu membuat Pramono was-was terhadap potensi banjir. 

“Hadirin sekalian, sebagai gubernur, setiap kali hujan turun, saya tidak bisa tidur sekarang. Sungguh, saya tidak bisa tidur. Sebelumnya, jika hujan, saya bisa tidur nyenyak,” ucap Pramono dalam acara Indonesia Economic Summit, Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Pramono bercerita, setiap hujan turun, ia selalu berdiskusi dengan sang istri, Endang Nugrahani, untuk memantau kondisi Jakarta.

Saat Jakarta beberapa kali diterjang banjir pada Januari lalu, misalnya, Pramono hampir tak beristirahat.

Pramono mengaku tetap terjaga karena terus mengawasi kesiapan jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menangani banjir.

“Tapi sekarang, saya dan istri saya bersama-sama berdiskusi setiap kali hujan turun. 12 Januari, 18 Januari, 22 Januari, hampir saya tidak tidur karena saya mengontrol rekan-rekan saya bagaimana mempersiapkan diri menghadapi banjir di Jakarta,” ucap Pramono.

KOMPAS.com/Omarali Dharmakrisna Soedirman Daftar ruas jalan yang terendam banjir jakarta hari ini. Jalan Pangeran Tubagus Angke terendam banjir, Jakarta Barat, Kamis (29/1/2026)

Fokus tangani Daan Mogot

Salah satu wilayah yang menjadi perhatian utama Pramono terkait banjir adalah kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat.

Banjir kerap menggenangi wilayah ini, bahkan saat curah hujan hanya 100 milimeter.

Menurut Pramono, hal ini akan terus terjadi karena posisi Jalan Daan Mogot berada di bawah permukaan Sungai Mookervaart. Saat debit air meningkat, air mudah meluap ke jalan dan menimbulkan banjir serta kemacetan panjang.

“Kalau mau menengah panjang maka dibuat flyover. Karena di tempat ini enggak mungkin, begitu curah hujan 100 saja Sungai Mookervart ini pasti akan melimpah ke jalan yang ada di Daan Mogot,” kata Pramono.

Flyover

Untuk mengatasi masalah tersebut secara jangka menengah hingga panjang, Pramono mempertimbangkan pembangunan flyover sepanjang lebih dari dua kilometer di Daan Mogot. Flyover ini diharapkan bisa mengurangi banjir sekaligus mengurai kemacetan.

“Untuk jangka menengah saya sedang memikirkan apakah memang diperlukan untuk membuat flyover di tempat ini. Yang panjangnya mungkin lebih dari dua kilometer,” ucap Pramono.

Untuk itu, Pramono meminta Dinas Bina Marga segera melakukan perhitungan dan kajian pembangunan flyover tersebut.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Ia menegaskan, penanganan banjir di Daan Mogot tidak bisa hanya mengandalkan solusi jangka pendek.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bocoran Harga Samsung Galaxy S26, Gak Jauh Berbeda dengan Galaxy S25?
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Longsor Bandung Barat, BNPB Sebut Masih Cari 6 Korban Termasuk Anggota TNI
• 4 jam laluokezone.com
thumb
Pohon Randu Alas Berusia Ratusan Tahun di Magelang Akhirnya Dipangkas
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Dipanggil Polda Metro pada Jumat, Pandji: Saya Tidak Akan Menghindar Panggilan
• 14 jam lalukompas.com
thumb
Guru Besar UI Khawatir Kasus Pertamina Buat Anak Muda Takut Berbisnis dengan Negara
• 11 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.