JAKARTA, KOMPAS.TV - Wilayah DKI Jakarta, Pulau Jawa, Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga Sulawesi Selatan menghadapi peningkatan potensi hujan akibat kemunculan tiga bibit siklon tropis secara bersamaan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi ketiga bibit tersebut kode 94W, 92S, dan 98P sebagai pemicu pembentukan daerah pertemuan angin di wilayah Indonesia, Rabu (4/2/2026).
Prakirawati BMKG Yuyun Wulandari menjelaskan fenomena ini memicu belokan dan perlambatan angin. Kondisi tersebut mendukung pertumbuhan awan hujan di sejumlah daerah.
"Kombinasi bibit siklon tropis dan sirkulasi siklonik tersebut meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan," kata Yuyun dalam siaran BMKG.
Baca Juga: Peringatan Dini BMKG: Waspada Gelombang Tinggi Capai 4 Meter pada 4-7 Februari 2026
Yuyun merinci dampak akumulasi awan hujan tersebut menyasar berbagai provinsi. Wilayah yang berpeluang mengalami hujan meliputi Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan.
Selain area tersebut, BMKG memprakirakan hujan terjadi di sejumlah kota besar lain. Masyarakat juga perlu mengantisipasi potensi hujan petir.
BMKG memantau pergerakan ketiga bibit siklon yang mengepung wilayah Indonesia. Bibit siklon 94W berada di Samudera Pasifik utara Papua. Sistem ini bergerak ke arah barat laut dengan kecepatan angin 20-25 knot dan memengaruhi atmosfer perairan utara Papua.
Baca Juga: Prediksi Cuaca BMKG di 6 Ibu Kota Jawa, Rabu 4 Februari: Jakarta hingga Surabaya Hujan
Sementara itu, bibit 92S terpantau di Samudera Hindia barat daya Lampung. Bibit ini cenderung diam di tempat namun menginduksi perlambatan angin hingga wilayah selatan Banten.
Penulis : Danang Suryo Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- BMKG
- Cuaca Ekstrem
- Bibit Siklon Tropis
- Hujan
- Peringatan Dini Cuaca
- Yuyun Wulandari





