Jakarta, tvOnenews.com - Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Namun, terlambat sudah, anak kelas IV SD berinisial YBR itu ditemukan bunuh diri di pohon cengkeh pada Kamis (29/1/2026).
Adapun pemicunya melakukan hal ini diduga karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu.
Disclaimer, Peringatan (trigger warning): Artikel ini mengandung konten kekerasan eksplisit yang dapat memicu kondisi emosi dan mental pembaca. Kami menyarankan Anda tidak meneruskan membacanya jika mengalami kecemasan dan mempertimbangkan untuk meminta bantuan profesional.
Saat ditemukan, YBR mengenakan baju olahraga berwarna merah. Selain itu, ditemukan juga sepucuk surat milik YBR yang dialamatkan untuk ibunya.
YBR menulis surat itu dengan bahasa ibunya, yakni bahasa Bajawa. Inilah isi surat yang ditulis YBR:
Kertas ti'i Mama Reti"
Mama galo ze'e
Mama molo, galo ja'o mata, Mama ma'e rita ee mama
Mamo galo ja'o mata, ma'e woe rita ne gae nga'o ee
Molo Mama
Apabila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, berikut adalah maksud dari isi surat yang ditulis YBR untuk ibunya:
Kertas untuk Mama Reti
Mama terlalu kikir
Mama baik sudah, saya kalau mati jangan sampai menangis ee mama
Mama, saya kalau mati jangan menangis dan cari saya ee
Baik sudah mama
Selain menulis surat, anak kelas IV SD itu juga menggambar sosok anak laki-laki yang sedang menangis di kertas itu.
Terkait penemuan surat ini, Kasi Humas Polres Ngada Ipda Benediktus R. Pissort membenarkan surat tersebut ditulis sendiri oleh korban setelah dilakukan pencocokan.
Setelah ditelusuri, latar belakang YBR bukanlah dari keluarga dengan kondisi ekonomi yang cukup.
YBR merupakan anak bungsu dari lima bersaudara. Sejak kecil dia tinggal bersama neneknya di sebuah pondok sederhana.
Sang ayah diketahui merantau ke Kalimantan dan tak pernah kembali lagi. Hal ini membuat sang ibu kerja ekstra keras untuk memenuhi kebutuhannya.



