Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

tvonenews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.

Namun, terlambat sudah, anak kelas IV SD berinisial YBR itu ditemukan bunuh diri di pohon cengkeh pada Kamis (29/1/2026). 

Adapun pemicunya melakukan hal ini diduga karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu. 

Disclaimer, Peringatan (trigger warning): Artikel ini mengandung konten kekerasan eksplisit yang dapat memicu kondisi emosi dan mental pembaca. Kami menyarankan Anda tidak meneruskan membacanya jika mengalami kecemasan dan mempertimbangkan untuk meminta bantuan profesional.

Saat ditemukan, YBR mengenakan baju olahraga berwarna merah. Selain itu, ditemukan juga sepucuk surat milik YBR yang dialamatkan untuk ibunya. 

YBR menulis surat itu dengan bahasa ibunya, yakni bahasa Bajawa. Inilah isi surat yang ditulis YBR: 

Kertas ti'i Mama Reti"
Mama galo ze'e
Mama molo, galo ja'o mata, Mama ma'e rita ee mama
Mamo galo ja'o mata, ma'e woe rita ne gae nga'o ee
Molo Mama

Apabila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, berikut adalah maksud dari isi surat yang ditulis YBR untuk ibunya: 

Kertas untuk Mama Reti
Mama terlalu kikir 
Mama baik sudah, saya kalau mati jangan sampai menangis ee mama 
Mama, saya kalau mati jangan menangis dan cari saya ee
Baik sudah mama

Selain menulis surat, anak kelas IV SD itu juga menggambar sosok anak laki-laki yang sedang menangis di kertas itu. 

Terkait penemuan surat ini, Kasi Humas Polres Ngada Ipda Benediktus R. Pissort membenarkan surat tersebut ditulis sendiri oleh korban setelah dilakukan pencocokan. 

Setelah ditelusuri, latar belakang YBR bukanlah dari keluarga dengan kondisi ekonomi yang cukup. 

YBR merupakan anak bungsu dari lima bersaudara. Sejak kecil dia tinggal bersama neneknya di sebuah pondok sederhana. 

Sang ayah diketahui merantau ke Kalimantan dan tak pernah kembali lagi. Hal ini membuat sang ibu kerja ekstra keras untuk memenuhi kebutuhannya. 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Mengapa Surat Terpanjang Al-Quran Bernama Al-Baqarah?
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
KPK Duga Aset Tak Terdata LHKPN RK Ada di Jabar Sampai Luar Negeri
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Harga Emas Pegadaian Hancur Lebur, Balik ke Level Rp2,9 Juta per Gram
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Hyundai & Kia Kembangkan Vision Pulse, Sistem Keselamatan Berbasis UWB
• 19 jam lalumedcom.id
thumb
Pramono Akan Bangun Flyover di Daan Mogot, Solusi Jangka Menengah Atasi Banjir
• 18 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.