Rorotan Dipilih untuk RDF, Keberadaan Sawah dan Efisiensi Jadi Pertimbangan

kompas.com
11 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menjelaskan alasan Rorotan, Jakarta Utara, dipilih sebagai lokasi fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF).

Kepala DLH DKI Jakarta Asep Kuswanto mengatakan kawasan itu dikelilingi sawah sehingga dianggap aman untuk pembangunan RDF.

"Nah ini sebenarnya lokasinya memang lokasi yang kiri kanan depan belakangnya itu sawah. Dan udah ada di ujungnya. Iya, dan udah ada di ujungnya Jakarta," ujar Asep kepada Kompas.com, Selasa (3/2/2026).

Baca juga: Bau RDF Rorotan dan Janji yang Belum Tuntas untuk Warga Jakarta

Selain faktor lingkungan, Rorotan dipilih karena mendukung efisiensi logistik pengangkutan sampah dari 16 kecamatan di Jakarta Utara, Timur, dan Pusat, yang relatif jauh dari TPST Bantargebang.

“Apabila dihitung dari efisiensi jaraknya, 16 kecamatan ini cukup jauh dari Bantargebang sehingga ada penghematan hampir 50 persen. Itu berpengaruh terhadap efisiensi BBM, pemeliharaan, dan sebagainya,” jelas Asep.

RDF Rorotan dibangun di atas lahan sisa TPU Rorotan seluas 7,5 hektar yang sebelumnya digunakan selama pandemi Covid-19.

“Kalau nggak salah Pemprov itu beli 25 hektar seingat saya. Nah yang tersisa itu 7,5 hektar. Waktu itu Pak Heru lihat, 'Ya sudahlah karena COVID-nya sudah selesai, maka dibuat bangun RDF saja,’” kata Asep.

Meski begitu, warga sekitar masih melakukan aksi blokade truk pengangkut sampah akibat bau dari fasilitas tersebut.

Baca juga: Dinas LH Bingung dengan Sumber Bau yang Dikeluhkan Warga Sekitar RDF Rorotan

“Sejumlah warga JGC, Metland, Karang Tengah dan Harapan Indah memblokade truk RDF yang beraktifitas karena memang sejak seminggu terakhir ini mulai sering tercium bau busuk,” ujar Wahyu Andre, Selasa (27/1/2026).

Vincent, warga lainnya, menyoroti durasi dan metode kalibrasi alat pemantau kualitas udara yang dianggap kurang memadai.

“Proses kolokasi itu kan sebentuknya kalibrasi. Idealnya dilakukan beberapa hari berturut-turut dan dibuat scatterplot, dan lain-lain untuk cek deviasi dan lain-lain. Tapi kemarin ambil sample cuma satu-dua hari,” jelas Vincent.

Ia menegaskan, harapannya bukan hanya perbaikan teknis atau transparansi data, tetapi relokasi RDF jauh dari pemukiman.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Baca juga: Pakar Nilai Lokasi Taman Roci Dekat RDF Rorotan Tak Ideal, Buat Fungsi RTH Gagal

“Bukan hanya masalah bau, tapi juga bahaya lain yang tidak berbau (Particulate Matter 2.5, Particulate Matter 10, Dioxin, Furan, limbah logam berat). Ini resikonya jangka panjang. Kalau bicara kerugian karena sudah investasi 1,3T, kerugian warga jauh lebih besar. Bukan hanya material tapi kesehatan jangka panjang,” tambah Vincent.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Di Mana Buron Internasional Riza Chalid? Ini Jawaban Kejagung dan NCB Interpol
• 20 jam lalukompas.com
thumb
Prakiraan Cuaca Aceh Rabu, 4 Februari 2026: Waspada Potensi Hujan dan Angin Kencang
• 10 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Pengamat Minta Pemilihan Pimpinan Merger 3 Anak Usaha Pertamina Dilakukan Secara Hati-hati
• 10 jam laludisway.id
thumb
Rebutan Balung Tanpa Isi: Saat "Peace Plan" Trump Menyudutkan Non-Blok
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Saksi Sebut Tak Ada Perintah, Nadiem Optimistis Bebas dari Kasus Korupsi Chromebook
• 16 jam lalugenpi.co
Berhasil disimpan.