Festival Rujak Uleg dan Parade Bunga Surabaya Vaganza kembali masuk Karisma Event Nusantara (KEN) atau kalender event Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI.
Herry Purwadi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya menyebut, kedua event lolos setelah tahun sebelumnya hanya satu acara.
“Tahun sebelumnya hanya satu event yang diajukan karena ada pembatasan jumlah. Sementara pada tahun ini, pembatasan tersebut sudah tidak ada, sehingga kami mengajukan dua event sekaligus, dan alhamdulillah keduanya lolos kurasi,” jelas Herry, Rabu (4/2/2026).
Lolosnya 2 event ini tak hanya karena kreatif dan inovatif tapi kemampuan manajemen risiko dan pengelolaan massa.
“Penilaian juga mencakup isu lingkungan serta dampak ekonomi, sosial, dan budaya. Event harus mampu mendatangkan pengunjung, memiliki strategi pemasaran yang kuat, dan membangun kolaborasi lintas sektor,” bebernya.
Kendaraan parade bunga Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya dalam gelaran Surabaya Vaganza, Minggu (25/5/2025). Foto: Nova Trisya Kaka Mg suarasurabaya.netDari sisi ekonomi kreatif, event ini mampu menggerakkan UMKM, sektor produksi lokal, dan pelaku industri kreatif.
“Artinya, satu event di Surabaya memberikan dampak ekonomi lintas daerah, tidak hanya bagi kota ini tetapi juga wilayah sekitarnya,” imbuhnya.
Dampak lainnya peningkatan okupansi hotel, keterlibatan stakeholder, hingga perputaran ekonomi di sektor dekorasi, tata rias, penyewaan kostum, lighting, dan jasa kreatif lainnya.
“Fokus kami bukan sekadar menyelenggarakan event sebagai agenda rutin, tetapi menjadikannya daya tarik wisata yang benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, melalui konsep matang, kolaborasi promosi, dan keterlibatan industri pariwisata,” terangnya.
Herry menarget event bisa menarik kunjungan wisatawan sampai 20 persen terutama bulan Mei.
“Kami berharap kunjungan wisatawan ke Surabaya pada bulan Mei meningkat sekitar 10–20 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Dengan meningkatnya kunjungan, perputaran ekonomi kota diharapkan ikut terdongkrak signifikan,” harapnya.
“Dengan kata lain, festival seperti Rujak Uleg dan Surabaya Vaganza tidak sekadar merayakan budaya dan kreativitas, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang nyata bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya,” tandasnya. (lta/ipg)




