Siswa SD Gantung Diri di NTT, KPAI Soroti Faktor Kesehatan Mental-Ekonomi

detik.com
7 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyoroti kasus siswa kelas IV sekolah dasar (SD) di Kecamatan Jerebuu, Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang tewas gantung diri. KPAI menyebutkan penyebab kematian anak tersebut harus dipastikan.

"Terkait dengan kasus ini KPAI turut prihatin ya, karena memang kami fokus di anak mengakhiri hidup sejak 3 tahun yang lalu dan ini juga terkait dengan resiliensi yang terjadi pada anak. Nah, kami memastikan bahwa anak yang mengakhiri hidup ini kita sebut dengan anak korban dia harus mendapatkan haknya untuk mendapatkan kepastian penyebab kematiannya," kata Komisioner KPAI, Diyah Puspitarini, saat dihubungi, Rabu (4/2/2026).

KPAI menunggu hasil penyelidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian. KPAI tak ingin anak tersebut mendapat stigma yang negatif dan mendorong agar keluarga juga mendapatkan pendampingan oleh pemerintah.

"Nah, ini wewenangnya di kepolisian jadi meskipun ada informasi terkait dengan anak tidak bisa beli buku atau pena itu memang mesti didalami lagi biar kita serahkan ke pihak berwajib sampai nanti ada kejelasan ya, penyebab kematiannya," ujar Diyah.

"Kemudian, jangan sampai juga anak dapat stigma yang negatif. Nah kami memastikan juga pendampingan kepada keluarga korban, terutama di sini UPDT PPA, kemudian juga dinas pendidikan dan juga dinas sosial karena memang hak ini mendapatkan perlindungan khusus, memang harus mendapatkan bantuan sosial dan perlindungan hukum," sambungnya.

Baca juga: Anak SD Gantung Diri di NTT Tulis Surat untuk Mama, Ada Gambar Diri Menangis

Berdasarkan data KPAI selama 2025 tercatat ada 26 kasus anak mengakhiri hidup di RI. Awal tahun ini, KPAI menemukan tiga kasus serupa.

"Kalau data di KPAI tahun 2025 itu ada 26 kasus anak mengakhiri hidup, memang ini jauh lebih turun, alhamdulillah ya, upaya kita untuk menyadarkan banyak pihak berhasil. Kemudian di tahun ini 2026 awal ini sudah ada tiga kasus bulan Januari dan ini di bulan Februari begitu," ungkapnya.

Faktor Kesehatan Mental hingga Ekonomi

Ia menyebut ada sejumlah faktor yang menyertai selain dari kesehatan mental anak. Diyah berbicara soal penyebab pola pengasuhan, faktor ekonomi, hingga perundungan di lingkungan sekolah.

"Nah, apakah ini kaitannya dengan kesehatan mental? Tentu saja, tetapi perlu kita dalami lebih lanjut karena di kajian kami di KPAI penyebab anak mengakhiri hidup ini faktor yang utama yang pertama bullying, yang kedua pengasuhan, yang ketiga faktor ekonomi dan yang keempat faktor asmara gitu," kata Diyah.

"Kalau ini perlu diteliti lebih lanjut apakah ada kaitannya dengan bullying, pengasuhan di rumah? Nah, kalau ekonomi sudah pasti iya, tapi kan lebih baik ketika kita betul tahu akar permasalahannya," tambahnya.

Baca juga: Bocah SD di Ngada NTT Ditemukan Tewas Gantung Diri

Ia mengatakan pemerintah sudah berkoordinasi lintas sektor terkait kasus ini. Diyah mengatakan segala faktor kemungkinan penyebab kematian anak harus ditelusuri.

"Pemerintah, kami, sudah koordinasi dengan Irjen Kemendikdasmen, kemudian juga Kemensos ya agar turun di kasus ini. Kemudian, juga kita cek, kita cek di sekolah apakah memang anak harus beli buku dan lain sebagainya," katanya.


(dwr/jbr)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pengamat Soroti Isu Misbakhun Calon Ketua OJK: Bisa Turunkan Kepercayaan Pasar
• 2 jam lalukatadata.co.id
thumb
Tipe Kepribadian MBTI yang Dikenal Memiliki Empati Tinggi
• 3 jam lalubeautynesia.id
thumb
Purbaya: Penerimaan Pajak Januari 2026 Tumbuh 30 Persen dibanding 2025
• 21 jam laluviva.co.id
thumb
Reaksi Anak Riza Chalid soal Ayahnya Masuk Red Notice Interpol: Beliau Tidak Tahu Apa-Apa
• 23 jam laluliputan6.com
thumb
Buntut Kasus Dugaan Perzinahan dan Perselingkuhan dengan Insanul Fahmi, Inara Rusli Terancam Kehilangan Hak Asuh Anak?
• 2 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.