Jakarta, tvOnenews.com — Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa berlanjutnya serangan Israel ke Jalur Gaza tidak menjadi faktor penentu dalam keanggotaan Indonesia di Board of Peace (BoP).
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono, menyatakan dinamika konflik justru harus disikapi secara hati-hati dan tidak emosional agar tujuan akhir perdamaian tetap dapat dicapai.
Hal tersebut disampaikan Sugiono di Kompleks Istana Kepresidenan, saat merespons pertanyaan terkait relevansi keanggotaan BoP di tengah situasi Gaza yang masih diserang oleh Israel.
“Bukan, jadi kita harus, jadi ini kan situasinya masih rapuh, kemudian kita juga tahu posisioning masing-masing negara yang tergabung di dalam Board of Peace ini juga masih dalam artian berbicara mengenai hal-hal yang sifatnya lebih rinci,” ujar Sugiono, di Jakarta Pusat, dikutip Rabu (4/2/2026).
Menurutnya, negara-negara yang tergabung dalam BoP masih berada pada tahap pembahasan teknis dan pendalaman posisi masing-masing. Namun, terkait serangan Israel ke Gaza, Sugiono menegaskan adanya sikap bersama dari negara-negara anggota, khususnya delapan negara dengan mayoritas penduduk Muslim.
“Dan tentu saja terkait dengan serangan tersebut kita semua khususnya negara-negara yang tergabung di dalam group BoP ini yang delapan negara dengan mayoritas penduduk Islam, Muslim terbesar Itu sepakat untuk mengeluarkan joint statement bersama yang sifatnya mengecam dan menyatakan bahwa hal tersebut itu bisa mencederai proses yang sedang terjadi,” tegasnya.
Ia menambahkan, pernyataan bersama tersebut sekaligus memuat seruan agar seluruh pihak menghormati kesepakatan yang telah dibangun dalam kerangka BoP.
“Kita minta semua pihak untuk sama-sama menghormati karena ini kesepakatan yang sudah kita lakukan bersama,” lanjut Sugiono.
Lebih jauh, Sugiono menekankan bahwa setiap eskalasi atau insiden dalam konflik Gaza memerlukan penilaian yang matang dan penanganan yang rasional. Ia mengingatkan pentingnya menahan diri agar proses perdamaian tidak terganggu oleh respons yang emosional.
“Menuntut tanggung jawab dari semuanya, dari semua pihak dan saya kira situasi demi situasi ataupun kasus demi kasus yang kita lihat Itu memerlukan suatu penilaian dan penanganan yang dingin, tidak emosional dengan tetap berpegangan pada tujuan akhir tercapai,” pungkasnya.




