REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih mengusut asal-usul sumber dana sejumlah aset kepunyaan eks Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (RK). KPK mengendus ada aset yang belum disetorkan dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
"KPK menduga terdapat sejumlah aset milik saudara RK yang belum dilaporkan dalam LHKPN," kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo dalam keterangannya pada Rabu (4/2/2026).
Baca Juga
KPK Sebut Jamdatun Kejagung Hadir Langsung pada Sidang Paulus Tannos
Kejagung Berharap Interpol Juga Terbitkan Red Notice untuk Jurist Tan dan Cheryl Darmadi
Beredar Kabar Malaysia Serahkan 5.207 Hektare Tanah ke Indonesia, Begini Kata Anwar Ibrahim
KPK memastikan tim penyidik akan mengejar aset-aset itu, termasuk kalau ada di luar negeri. KPK ingin mengetahui dalih RK belum dilaporkan sekaligus menelusuri asal-usulnya. "Tidak hanya di Jawa Barat, di wilayah lain juga terbuka kemungkinan di negara-negara lain," ujar Budi.
KPK juga menegaskan penelusuran aset itu bakal dicocokkan dengan penyidikan kasus korupsi pengadaan iklan di Bank Jabar Banten.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
"Nanti akan dicocokkan seperti menyusun puzzle. Aset ini diperoleh tahun berapa, sumber uangnya dari mana, dan apakah berkaitan dengan perkara di bank. Semua itu akan kami cek kesesuaiannya,” ucap Budi.
KPK telah mengungkap bahwa aset tidak bergerak milik Ridwan Kamil tersebar di sejumlah wilayah pada akhir Desember 2025 seperti kafe di Bandung, aset di Bali, dan di Seoul, Korea Selatan. Tapi KPK baru menyita satu unit sepeda motor Royal Enfield yang diduga milik Ridwan Kamil.
RK sudah diperiksa sebagai saksi dalam kasus iklan Bank Jabar Banten di Gedung Merah Putih KPK pada Selasa (2/12/2025). KPK menyebut pemanggilan RK berikutnya sesuai kebutuhan penyidik.
Sebelumnya, KPK menggeledah rumah RK pada Senin (10/3/2025). Rumah RK menjadi sasaran pertama yang digeledah oleh penyidik menyangkut kasus itu. Kemudian, KPK menetapkan lima orang tersangka dalam kasus ini.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)