Hari Pertama Rafah Dibuka, Warga Gaza Alami Perlakuan Kasar

celebesmedia.id
3 jam lalu
Cover Berita

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Kelompok pertama warga Palestina yang kembali ke Jalur Gaza setelah menjalani perawatan medis di Mesir dilaporkan mengalami interogasi ketat, perlakuan kasar, hingga ancaman penahanan oleh otoritas Israel.

Hal ini terjadi pada hari pertama dibukanya kembali penyeberangan Rafah. Kepala Juru Bicara Kementerian Kesehatan Gaza, Zaher al-Wahidi, mengatakan bahwa proses kepulangan warga berjalan tidak sesuai harapan.

Menurutnya, hanya lima pasien yang diizinkan keluar Gaza untuk menjalani pengobatan, sementara 12 warga yang kembali dari Mesir justru mengalami perlakuan tidak manusiawi.

“Mereka melaporkan diinterogasi, diperlakukan dengan kasar, diancam akan ditahan atau dikirim kembali ke Mesir, termasuk perempuan,” kata al-Wahidi kepada RIA Novosti.

Ia menambahkan bahwa hari pertama operasional penyeberangan tersebut berlangsung sangat buruk.

Penyeberangan Rafah di perbatasan Mesir–Gaza kembali dibuka pada Senin setelah 18 bulan ditutup, menyusul pengambilalihan wilayah itu oleh pasukan Israel pada Mei 2024.

Pembukaan kembali jalur ini diharapkan menjadi akses penting bagi kebutuhan kemanusiaan dan medis warga Gaza.

Berdasarkan mekanisme yang berlaku saat ini, maksimal 150 warga Gaza diizinkan meninggalkan wilayah tersebut setiap hari. Sementara itu, hanya 50 orang yang diperbolehkan masuk dari Mesir ke Gaza setelah melewati prosedur keamanan yang ketat.

Pengelolaan penyeberangan Rafah dilakukan oleh Misi Bantuan Perbatasan Uni Eropa (EUBAM) bekerja sama dengan otoritas Mesir, serta melalui koordinasi keamanan dengan Israel. Setiap harinya, pihak Mesir menyerahkan daftar 50 warga Gaza yang akan masuk untuk mendapatkan persetujuan keamanan dari Israel.

Di sisi lain, EUBAM mengajukan daftar 150 warga yang akan meninggalkan Gaza, lengkap dengan tujuan akhir mereka. Seluruh proses tersebut berada di bawah pengawasan ketat dengan persetujuan keamanan Israel.

Sebelum pecahnya perang di Gaza, Rafah merupakan satu-satunya penyeberangan di wilayah Palestina yang tidak berada di bawah kendali langsung Israel. Jalur ini memiliki peran krusial dalam distribusi bantuan kemanusiaan, evakuasi korban luka, serta masuknya pasokan internasional yang vital bagi warga Gaza.

Sumber: SPutnik/RIA Novosti/Antara


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
PPATK Sebut Indonesia Jadi Target Scam Global, Berkedok Bisnis hingga Romansa
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Pemerintah Australia Kembali Buka Pendaftaran Beasiswa Pascasarjana 2027 bagi Warga Indonesia
• 3 jam lalumediaindonesia.com
thumb
PSI Samakan Jokowi dengan Messi Tanpa Piala Dunia: Target Menang Pileg 2029 Jadi Trofi Terakhir
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Harga Buyback Emas Antam di Pegadaian Hari Ini Rabu 4 Februari 2026
• 7 jam lalubisnis.com
thumb
Soal Izin 28 Perusahaan Dicabut, Hashim Ungkap Ada Pihak yang Lobi Prabowo
• 22 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.