Viral Anak SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

viva.co.id
9 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian angkat bicara soal peristiwa tragis yang dialami seorang bocah berusia 10 tahun berinisial YBS di asal Dusun Sawasina, Desa Naruwolo, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bocah yang masih duduk di bangku kelas 4 sekolah dasar (siswa SD) itu ditemukan tewas gantung diri pada Kamis, 29 Januari 2026, siang. Ia nekat mengakhiri hidupnya karena orang tua tak mampu membelikan buku dan pena untuknya.

Baca Juga :
Isi Surat Siswa SD Gantung Diri di Ngada NTT Bikin Terenyuh, Pamitan ke Ibu 'Relakan Saya Pergi'
Gus Ipul Prihatin Bocah SD di NTT Bunuh Diri: Ini Jadi Atensi Pemerintah

Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.

Ilustrasi Kemiskinan Berkurang
Photo :
  • freepik.com/jcomp

"Tragedi ini bukan sekadar kabar duka, melainkan alarm keras bagi negara dan masyarakat. Peristiwa yang sangat menyayat hati dan tidak bisa diterima di negara mana pun," ujar Hetifah dalam keterangannya, Rabu 4 Februari 2026.

"Anak usia 10 tahun seharusnya dilindungi dan dibantu, bukan sampai merasa putus asa hanya karena buku dan pena," sambungnya.

Di sisi lain, Hetifah menyoroti permasalahan yang ada dalam peristiwa bunuh diri tersebut. Ia menilai sistem pendidikan di Indonesia hingga perlindungan sosial harus dikoreksi.

Pendidikan dasar, kata dia, seharusnya gratis dan tak membebani anak-anak dari keluarga miskin. Ke depannya, ia pun meminta agar pemerintah menjamin sistem pendidikan pada tingkat sekolah dasar tak dipungut biaya.

"Pendidikan dasar seharusnya benar-benar gratis dan inklusif, tanpa membebani anak dari keluarga miskin. Ke depan, sistem pendidikan harus benar-benar menjamin sekolah dasar gratis termasuk perlengkapan belajar," pungkasnya.

Ia juga berharap agar perlindungan sosial harus menyasar pada keluarga rentan tanpa menunggu tragedi atau peristiwa serupa terjadi. Sikap kepedulian sosial, wajib dibangun dalam lingkungan sekolah untuk membantu anak-anak yang kesulitan menghadapi kemiskinan

Perlindungan sosial harus aktif dan tepat sasaran bagi keluarga rentan tanpa menunggu tragedi terjadi. Kepedulian sosial juga wajib dibangun kuat di sekolah dan masyarakat agar setiap anak yang kesulitan segera dibantu dan tidak pernah merasa sendirian menghadapi kemiskinan," imbuhnya.

Sebelum bunuh diri, bocah malang itu meninggalkan sepucuk surat untuk ibundanya yang berinisial MGT (47). Sepucuk surat itu ditemukan polisi saat olah TKP di sekitar lokasi.

Baca Juga :
Menko Cak Imin soal Bocah SD di NTT Bunuh Diri: Ini Harus Jadi Cambuk!
Menyayat Hati, Isi Surat Bocah SD yang Gantung Diri di Ngada NTT: Selamat Tinggal Mama
Industri Pendidikan Dinilai Perlu Kedepankan Kesejahteraan Emosional Murid

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Indonesia Tuan Rumah Kejuaraan Tinju Asia U-19 dan U-23 Tahun 2026, Jakarta Siap Jadi Panggung Internasional
• 22 jam lalupantau.com
thumb
Update Hari Ini, Jumlah Pengungsi Bencana Sumatera 105.842 Orang
• 2 jam lalurctiplus.com
thumb
Bos Eksportir Kedelai AS Puji MBG, Sebut Program Visioner
• 18 jam lalubisnis.com
thumb
Perdana Menteri Greenland Kecam Amerika Serikat Atas Upaya Akuisisi Wilayahnya
• 15 jam lalupantau.com
thumb
Polisi Geledah Kantor Sekuritas, Cari Alat Bukti Kasus Manipulasi Pasar Modal
• 20 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.