MerahPutih.com - Pemerintah menyiapkan paket stimulus jangka pendek senilai Rp 12,83 triliun untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2026.
Langkah ini diambil pemerintah guna meningkatkan daya beli masyarakat, mengingat kinerja ekonomi kuartal pertama sangat menentukan capaian pertumbuhan sepanjang tahun.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan stimulus akan mencakup berbagai sektor, mulai dari transportasi hingga bantuan sosial.
Baca juga:
ASN Solo Mulai WFA, Walkot Respati Sebut Hemat Anggaran Operasional Kantor 29 Persen
“Targetnya kita menggerakkan ekonomi lebih tinggi karena kuartal pertama itu penting. Kemarin (2025), kuartal pertama tahun lalu relatif lebih rendah,” kata Airlangga, kepada media di Jakarta, Rabu (4/2).
Menurut Airlangga, jadwal penerapan stimulus akan diumumkan melalui platform daring resmi maskapai, kereta api, maupun transportasi laut. “Kapan berlakunya, nanti ada jadwalnya, karena transportasi kan bisa dipesannya secara online,” ujarnya.
Paket Stimulus- Diskon tarif penerbangan domestik hingga 16 persen melalui skema PPN ditanggung pemerintah, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri.
- Diskon pajak bandara sebesar 50 persen serta insentif pajak avtur bagi maskapai domestik.
- Bantuan sosial berupa beras 10 kilogram dan minyak goreng Minyakita selama dua bulan.
- Diskon tarif kereta api sebesar 30 persen dan diskon tarif tol sebesar 20 persen.
Baca juga:
Purbaya Inginkan Pajak Penghasilan di Marketplace Diterapkan Saat Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen
WFA Dorongan Konsumsi Rumah Tangga
Pemerintah juga menyiapkan kebijakan kerja dari mana saja (work from anywhere atau WFA) untuk mendorong konsumsi rumah tangga.
Airlangga menyebut, regulasi terkait WFA tengah digodok Kementerian PANRB bersama Kementerian Ketenagakerjaan. “Jadi work from anywhere sedang dibuat regulasinya,” tutupnya. (Asp)




