PD (7) bocah perempuan yang sempat hanyut di selokan saat hujan deras mengguyur Desa Mulung, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, ditemukan Tim SAR Gabungan, Rabu (4/2/2026) pagi.
Ahmad Taufik Dantim Basarnas Surabaya mengatakan, korban ditemukan sejauh satu kilometer dari titik hilang, sekitar pukul 08.50 WIB.
“Tim SAR Gabungan Surabaya telah mrlaksanakan pencarian sejak Selasa (3/2/2026) malam bersama beberapa unsur terkait,” kata Taufik, dikonfirmasi suarasurabaya.net, Rabu (4/2/2026).
Tim SAR Gabungan langsung mengevakuasi korban hanyut ke Puskesmas Driyorejo, Rabu (4/2/2026). Foto: Basarnas SurabayaDalam proses pencarian, Tim SAR dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU) dengan memfokuskan pencarian pada penyisiran selokan.
“Kami fokus pada pencarian dengan menerapkan metode susur aliran selokan hingga dua kilometer dari titik hilang,” ungkapnya.
Taufik menjelaskan, korban pertama kali ditemukan warga di dekat area persawahan. Karena, banjir pada Selasa malam meluap hingga ke area persawahan.
Tim SAR Gabungan langsung mengevakuasi korban hanyut ke Puskesmas Driyorejo, Rabu (4/2/2026). Foto: Basarnas SurabayaSelama proses pencarian, Taufik mengungkapkan terkendala beberapa hal. Salah satunya, ukuran selokan yang kecil.
“Tim SAR Gabungan harus merangkak di dalam selokan dengan lebar satu meter dan setinggi mata kaki itu,” tambahnya.
Setelah ditemukan, korban yang meninggal dunia dievakuasi ke Puskesmas Driyorejo untuk penanganan lebih lanjut.
Menurut penuturan seorang saksi, korban sebelumnya bermain dengan dua temannya saat hujan turun.
“Tapi saat hujan turun, enggak tahu bagaimana, korban langsung loncat ke selokan berarus deras itu,” katanya.(kir/rid)



