Panja Ruang Digital Komisi I memanggil para Dirjen di Kementerian Komdigi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat pada Rabu (4/2). Mereka akan membahas sejumlah permasalahan di ruang digital.
Pada permulaan rapat, Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Laksono menyebut sejumlah pembahasan adalah implementasi UU Perlindungan Data Pribadi hingga PSE yang belum terdaftar.
“Pertama, kebijakan dan strategi pengelolaan ruang digital nasional secara komprehensif. Dua, implementasi Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi dan progres pembentukan lembaga pengawasnya,” ucap Dave.
“Tiga, penegakan kepatuhan PSE terhadap 25 platform yang belum terdaftar. Empat, efektivitas moderisasi konten negatif melalui sistem SAMAN. Lima, perkembangan penyusunan peta jalan AI nasional. Enam, konsep arsitektur ruang digital nasional. Dan tujuh, program peningkatan literasi digital masyarakat,” tambahnya.
Dave kemudian menyebut pembentukan Panja Ruang Digital ini merupakan respons Komisi I terhadap banyaknya permasalahan di ruang digital. Di antaranya adalah banyaknya anomali traffic di ruang digital pada tahun 2025.
“Di antaranya, satu, ancaman keamanan siber yang semakin masif dengan 3,64 miliar anomali traffic dalam tujuh bulan pertama di 2025,” tutur Dave.
“Maraknya hoaks dan disinformasi dengan 1.923 konten hoaks pada 2024, implementasi Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi dengan 124 kasus kebocoran data sejak 2019. Empat, rendahnya kepatuhan platform digital dengan 25 platform yang belum terdaftar di PSE,” tambahnya.
Lalu, Komisi I juga menyoroti banyaknya anak yang sudah memegang ponsel. Mereka menilai, hal itu sangat rentan bagi anak di ruang digital.
“Lima, kerentanan anak di ruang digital dengan 39,71 persen anak usia dini sudah menggunakan telepon seluler. Enam, penurunan skor literasi digital, 58,25 menjadi 49,28 berdasarkan indeks masyarakat digital indonesia 2025,” ucap Dave.
“Tujuh, belum terbentuknya peta jalan AI dan kerangka AI nasional serta belum adanya arsitektur ruang digital nasional sebagai rujukan tata kelola ruang digital,” tambahnya.
Dave pun kemudian mempersilakan para Dirjen yang hadir untuk menjelaskan pemaparannya atas permasalahan di atas.
“Kami persilakan kepada yang terhormat Sekjen Komdigi dan para Dirjen Komdigi untuk menyampaikan paparannya,” tandasnya.
Sampai berita ini dibuat, rapat masih berlangsung. Tampak pejabat eselon I Kemenkomdigi hadir untuk menyampaikan pandangan terkait ruang digital.




