Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

tvonenews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian angkat bicara soal peristiwa tragis yang dialami seorang bocah berusia 10 tahun berinisial YBS di asal Dusun Sawasina, Desa Naruwolo, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bocah yang masih duduk di bangku kelas 4 sekolah dasar (siswa SD) itu ditemukan tewas gantung diri pada Kamis, 29 Januari 2026, siang. Ia nekat mengakhiri hidupnya karena orang tua tak mampu membelikan buku dan pena untuknya.

Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.

"Tragedi ini bukan sekadar kabar duka, melainkan alarm keras bagi negara dan masyarakat. Peristiwa yang sangat menyayat hati dan tidak bisa diterima di negara mana pun," ujar Hetifah dalam keterangannya, Rabu 4 Februari 2026.

"Anak usia 10 tahun seharusnya dilindungi dan dibantu, bukan sampai merasa putus asa hanya karena buku dan pena," sambungnya.

Di sisi lain, Hetifah menyoroti permasalahan yang ada dalam peristiwa bunuh diri tersebut. Ia menilai sistem pendidikan di Indonesia hingga perlindungan sosial harus dikoreksi.

Pendidikan dasar, kata dia, seharusnya gratis dan tak membebani anak-anak dari keluarga miskin. Ke depannya, ia pun meminta agar pemerintah menjamin sistem pendidikan pada tingkat sekolah dasar tak dipungut biaya.

"Pendidikan dasar seharusnya benar-benar gratis dan inklusif, tanpa membebani anak dari keluarga miskin. Ke depan, sistem pendidikan harus benar-benar menjamin sekolah dasar gratis termasuk perlengkapan belajar," pungkasnya.

Ia juga berharap agar perlindungan sosial harus menyasar pada keluarga rentan tanpa menunggu tragedi atau peristiwa serupa terjadi. Sikap kepedulian sosial, wajib dibangun dalam lingkungan sekolah untuk membantu anak-anak yang kesulitan menghadapi kemiskinan

Perlindungan sosial harus aktif dan tepat sasaran bagi keluarga rentan tanpa menunggu tragedi terjadi. Kepedulian sosial juga wajib dibangun kuat di sekolah dan masyarakat agar setiap anak yang kesulitan segera dibantu dan tidak pernah merasa sendirian menghadapi kemiskinan," imbuhnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
BNPB Ingatkan Ancaman Karhutla Besar Berpotensi Terjadi pada 2027
• 4 jam laluokezone.com
thumb
Rizky Ridho Bagikan Kabar Bahagia Segera Jadi Ayah, Doanya Bikin Haru
• 17 jam lalugenpi.co
thumb
Ramai Peserta PBI JK BPJS Kesehatan Tidak Aktif, Ini Cara Mengaktifkannya Kembali
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Waka Komisi XIII DPR Minta Agar Kasus Bocah SD di NTT Tidak Terulang Lagi
• 1 jam lalunarasi.tv
thumb
Tanggapan Menkes soal Anak 10 Tahun di NTT Bunuh Diri Usai Tak Mampu Beli Buku
• 34 menit lalukumparan.com
Berhasil disimpan.