Valuasi Saham MSCI Indonesia Terdiskon, Mana yang Menarik Dilirik?

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah konstituen dalam indeks MSCI Tanah Air, sempat terkoreksi dalam selepas aksi rebalancing indeks terhadap saham dalam negeri dibekukan oleh penyedia indeks global tersebut. Alhasil, saham blue chip maupun emiten terafiliasi konglomerat terkena imbasnya.

Saham Grup Bakrie, PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) misalnya, yang sempat digadang-gadang masuk sebagai konstituen anyar dalam MSCI Global Standard pada rebalancing Februari 2026, ambles selepas pengumuman MSCI terhadap pembekuan rebalancing.

Pengumuman yang disampaikan pada 28 Januari 2026 itu, sontak membuat harga saham BUMI ambles 36,04% hanya dalam waktu 4 hari perdagangan. Nasib serupa juga dialami oleh PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) yang ambles 29,55% pada periode yang sama.

Tidak hanya terhadap saham-saham yang digadang akan masuk ke indeks ternama itu. Beberapa saham yang telah menjadi penghuni lama, turut terseret sentimen ini. Sejumlah saham blue chip maupun konglomerat yang telah tergabung dalam indeks MSCI, turut lesu.

Alhasil, saham-saham yang sepanjang 2025 telah menguat signifikan, terdiskon dan kembali menawarkan valuasi yang menarik. Bisnis telah merangkum data price to earnings ratio (P/E Ratio) dan price to book value (PBV) 10 saham yang tergabung dalam MSCI Indonesia Small Cap Index dan MSCI Indonesia Index.

Adapun P/E Ratio kerap digunakan oleh investor untuk menakar valuasi saham tergolong murah atau mahal. Hal itu didasarkan pada kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih. Sementara PBV, merupakan rasio keuangan untuk membandingkan harga saham dengan nilai buku per saham milik perusahaan tersebut.

Baca Juga

  • Memahami 3 Kasus Pasar Modal yang Digeber Bareskrim Polri usai Heboh MSCI, PADI Hingga PIPA
  • Purbaya Akui Penilaian MSCI terkait Transparansi BEI, Singgung Saham Gorengan
  • Profil Jeffrey Hendrik Pjs Direktur Utama BEI Kala IHSG Diguncang MSCI
Data PBV dan P/E Ratio MSCI Indonesia Small Cap Index:

Nama

PBV

P/E Ratio

12/31/2025

02/03/2026

12/31/2025

02/03/2026

FILM

47,93

34,71

-

-1.259,35

PTRO

26,95

15,19

254,88

140,73

BUMI

5,20

3,54

21.888,64

14.429,67

AMRT

4,75

4,15

27,11

23,68

MDKA

3,93

5,02

-

-93,66

ENRG

3,08

2,20

30,14

21,22

KLBF

2,38

2,28

15,77

15,12

ANTM

2,24

2,79

9,59

11,86

EXCL

2,02

1,68

-

-16,40

PGAS

0,99

1,14

8,05

9,24

INKP

0,41

0,43

5,31

5,51

Sumber data: Bloomberg  dan RTI Business

Bumi Resources Tbk. - TradingView

Salah satu emiten yang tercatat mengalami P/E Ratio yang menurun signifikan adalah PT Petrosea Tbk. (PTRO). Nilai P/E Ratio pada akhir tahun lalu sebesar 254,88 kali saat harganya senilai Rp7.050 per saham. Kini, harga sahamnya telah dibanderol seharga Rp6.150 per saham.

Begitu juga dengan nilai PBV PTRO yang tercatat sebesar 15,19 kali pada sesi I perdagangan hari ini, Selasa (3/2/2026), turun dari 26,95 kali pada akhir tahun lalu. Walaupun masih tergolong mahal, data ini menunjukkan bahwa harga saham PTRO telah terdiskon.

Dari indeks MSCI Indonesia Index, saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) menunjukkan nilai P/E Ratio dan PBV yang susut selepas pengumuman MSCI. Nilai PBV BREN yang semula sebesar 126,01 kali pada akhir Desember, turun menjadi 104,57 kali pada perdagangan hari ini.

Sementara nilai P/E Ratio BREN turun menjadi 449,01 kali dari 542,66 kali pada akhir tahun lalu.

Petrosea Tbk. - TradingView
Data PBV dan P/E Ratio MSCI Indonesia Index

Nama

PBV

P/E Ratio

12/31/2025

02/03/2026

12/31/2025

02/03/2026

ASII

1,19

1,17

8,27

8,15

BMRI

1,69

1,60

9,24

8,77

BBRI

1,65

1,73

9,88

10,36

TLKM

2,51

2,51

16,13

16,08

BBCA

3,60

3,30

17,41

16,22

BRPT

7,99

4,82

-

14,34

AMMN

5,66

5,91

-

-126,18

DSSA

21,08

18,48

154,50

135,40

BREN

126,01

104,57

542,66

449,01

BBNI

0,98

1,03

8,04

8,61

Sumber data: Bloomberg  dan RTI Business

Kontras, penurunan rasio keuangan terhadap saham-saham blue chip tidak terjadi secara signifikan. Saham PT Astra International Tbk. (ASII) misalnya, hanya mencatatkan penurunan P/E Ratio sebesar 0,12 kali menjadi 8,15 kali. Sementara PBV ASII hanya turun 0,09 kali menjadi 1,60 kali.

Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) juga mengalami hal serupa, dengan PBV turun hanya 0,30 kali menjadi 3,30 kali dan P/E Ratio turun 0,19 kali menjadi 16,22 kali.

_______

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Koldo Obieta sanjung atmosfer Stadion Segiri
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Gubernur Jatim Siapkan Aturan Penanganan Sampah di Daerah Wisata
• 21 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Bikin Sedih! Isi Surat Siswa SD Gantung Diri di Ngada NTT, Diakhiri Gambar Anak Menangis
• 22 jam lalurctiplus.com
thumb
Mendagri Tito Kenang Meri Hoegeng: Tokoh Panutan
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Sosialisasi Humanis Satlantas Polres Pelabuhan Makassar Warnai Ops Keselamatan Pallawa 2026
• 2 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.