Mantan Bos BUMN Bakal Dipanggil Kejaksaan jika Bikin Negara Rugi, Begini Respons KPK

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merespons pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait mantan bos Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bakal dipanggil Kejaksaan jika terbukti tak mengelola perusahaan dengan baik sehingga menyebabkan kerugian negara.

“Kami meyakini Presiden, seluruh jajaran pemerintah, dan juga aparat penegak hukum baik KPK, Kejaksaan Agung, maupun Kepolisian punya visi dan semangat yang sama dalam pemberantasan korupsi, serta untuk saling memberikan dukungan dan menguatkan,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada wartawan di Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026.

Baca Juga :
KPK Bakal Hadirkan Khofifah jadi Saksi Sidang Perkara Dana Hibah Jatim
KPK Ungkap Alasan Hadirkan Jamdatun pada Sidang Paulus Tannos di Singapura

Terlebih, kata dia, KPK dalam histori penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi banyak dibantu oleh Kejaksaan maupun Kepolisian.

“Sebaliknya, KPK juga banyak melakukan koordinasi dan supervisi terhadap proses-proses hukum dugaan tindak pidana korupsi yang berjalan di Kejaksaan Agung dan juga di Polri. Artinya, kita di sini jalan bersama,” ucap Budi.

Sebelumnya diberitakan, Presiden RI Prabowo Subianto mengultimatum jajaran petinggi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terdahulu yang tidak mengelola perusahaan dengan baik hingga menimbulkan kerugian negara. 

Dia mengatakan mereka harus bertanggung jawab dan siap-siap jika dipanggil Kejaksaan Agung (Kejagung).

Demikian disampaikan Prabowo dalam acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat-Daerah di SICC, Bogor, Jawa Barat, Senin, 2 Februari 2026.

Awalnya, Prabowo menyebut sudah membentuk badan Sovereign Wealth Fund (SWF) bernama Danantara yang menghimpun semua kekuatan milik negara dalam satu manajemen.

"Satu pengelolaan yang nilainya adalah 1 triliun US Dollar, plus lengkapnya adalah 1040 miliar dolar Asset Under Management. Saudara-saudara tadinya terpecah-pecah dalam 1.000, 1.040 perusahaan. Bayangkan nggak? Siapa yang bisa me-manage 1.000 perusahaan? Ini akal-akalan," kata Prabowo.

Dia lantas mewanti-wanti para pimpinan BUMN terdahulu yang merugikan negara untuk siap-siap jika dipanggil Kejaksaan.

"Saya katakan pimpinan-pimpinan BUMN yang dulu harus bertanggung jawab! Jangan enak-enak kau, siap-siap kau dipanggil kejaksaan," tutur dia.

"Kan mereka ngejek 'Prabowo tuh hanya bisa ngomong di podium saja'. Oh ya? Ya tunggu saja panggil-panggilan. Lu jangan nantang gue loh. Saya hanya takut sama rakyat Indonesia dan Tuhan Yang Maha Besar," tegas Prabowo.

Baca Juga :
Bank Mandiri Jalankan 1.174 Program TJSL Sepanjang 2025, Dukung Pembangunan Nasional
Plt Bupati Pati Diperiksa KPK soal Gaji Perangkat Desa
Guru Besar UI Khawatir Kasus Pertamina Buat Anak Muda Takut Berbisnis dengan Negara

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kolaborasi XPeng dan Voltron Hadirkan Ultra Fast Charging 480 kW
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Cemasnya Pramono Saat Jakarta Hujan, Tak Tidur sebab Khawatir Banjir
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Resmi Tersangka, Habib Bahar Bin Smith Diperiksa Polisi Besok!
• 23 jam laluintipseleb.com
thumb
Penerima Bantuan Pangan Februari-Maret 2026 Ditambah Jadi 33,2 Juta KPM
• 3 jam laluidxchannel.com
thumb
Aksi Beli Investor Angkat Harga Emas Kembali ke Atas US$5.000
• 3 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.