TANGERANG, DISWAY.ID -- Pemerintah didorong tidak hanya mengandalkan kebijakan diskon tiket pesawat musiman menjelang Lebaran 2026, tetapi juga mulai memposisikan transportasi udara sebagai bagian dari sistem transportasi massal nasional.
Langkah tersebut dinilai lebih adil dan berkelanjutan, mengingat karakter geografis Indonesia sebagai negara kepulauan.
BACA JUGA:Pemprov DKI Terima Rp42,5 Triliun Kewajiban Fasos-Fasum dari Pengembang
BACA JUGA:Basarnas Maksimalkan K-9 dan Alat Berat Cari Korban Longsor Pasirlangu
Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Teguh Iswara Suardi, menyambut baik stimulus pemerintah berupa penurunan harga tiket pesawat jelang Lebaran 2026.
Menurutnya, momentum Lebaran merupakan periode mobilitas tertinggi masyarakat, sehingga keterjangkauan harga tiket menjadi faktor krusial.
"Pada prinsipnya kami menyambut baik langkah pemerintah memberikan stimulus penurunan harga tiket pesawat. Ini menunjukkan kehadiran negara dalam melindungi daya beli masyarakat sekaligus menjaga konektivitas nasional," kata Teguh, Selasa, 3 Februari 2026.
Ia menegaskan, transportasi udara kini bukan lagi layanan premium, melainkan kebutuhan dasar, khususnya bagi masyarakat di wilayah kepulauan, terpencil, terluar, dan perbatasan.
BACA JUGA:Viral Bocah Tertimpa Pembatas Saf Gegara Bercanda di Masjid, Jadi Pelajaran Buat Orang Tua!
Namun demikian, Teguh menilai kebijakan diskon tarif yang bersifat musiman belum cukup menjawab persoalan struktural tingginya harga tiket pesawat.
Dia mendorong pemerintah menyiapkan kebijakan permanen dan berkelanjutan agar harga tiket tetap stabil sepanjang tahun, tidak hanya saat musim mudik.
"Stimulus musiman tepat sebagai solusi jangka pendek, tetapi ke depan diperlukan reformasi menyeluruh, mulai dari efisiensi biaya operasional maskapai, peninjauan harga avtur, pajak, airport charges, hingga penguatan armada nasional dan manajemen bandara," tuturnya.
PSO untuk Transportasi UdaraAnggota DPR dari Partai Nasdem ini menilai skema Public Service Obligation (PSO) sangat memungkinkan dan relevan diterapkan untuk moda transportasi udara, khususnya di wilayah kepulauan dan daerah dengan keterbatasan akses.
"PSO terbukti efektif di sektor kereta api dan angkutan perintis. Jika dikelola secara tepat, transparan, dan tepat sasaran, PSO udara dapat menjamin keterjangkauan harga, menjaga rute yang secara komersial kurang menguntungkan, serta membantu maskapai tetap beroperasi," jelasnya.
BACA JUGA:Inilah Tampang Liu Xiaodong, WN Cina Otak Pelaku Pencurian Emas 774 Kg di Ketapang!
- 1
- 2
- »




