Jakarta, tvOnenews.com - Fans Inter Milan yang melakukan pelemparan petasan kepada Emil Audero nyatanya masih remaja dan ditangkap polisi. Namun, dia bukan tersangka yang kehilangan tiga jari.
Kemenangan Nerazzurri dengan skor 2-0 atas Cremonese di Stadio Giovanni Zini pada Minggu (1/2/2026) dini hari WIB dinodai oleh insiden pelemparan petasan. Kiper Cremonese, Emil Audero, menjadi korban dalam insiden ini.
Untungnya, penjaga gawang Timnas Indonesia itu tidak mengalami luka berat. Ada luka kecil, namun Audero masih bisa melanjutkan permainan hingga selesai.
Sang pelempar petasan diketahui dari fanbase Inter Milan karena flare tersebut muncul dari tribun tandang. Kabar yang beredar selanjutnya mengatakan bahwa sang tersangka dibawa ke rumah sakit di Cremona.
Laporan dari media-media Italia, termasuk La Gazzetta dello Sport, mengatakan bahwa fans Inter tersebut kehilangan tiga jari. Dia merupakan bagian dari Inter Club San Marino.
Namun demikian, laporan terkini dari Italia mengabarkan bahwa dia juga merupakan korban. Pelaku yang sebenarnya adalah bagian dari Viking, sebuah kelompok besar di kalangan fans Inter.
Hal ini dikonfirmasi dari laporan beberapa media Italia, termasuk La Gazzetta dello Sport, Virgilio Sport, Il Giorno, dan La Stampa. Lebih lanjut, dia masih remaja berusia 19 tahun.
“Ultras Inter Milan ditangkap karena melempar petasan kepada penjaga gawang Cremonese Audero,” tulis judul dari La Stampa. “Dia adalah pemuda berusia 19 tahun dari grup Viking dari kurva Nerazzurri.
Laporan dari Il Giorno juga mengklaim bahwa fans yang kehilangan tiga jari dan berasal dari Inter Club San Marino bukan pelaku sebenarnya.
“Hari ini, 3 Februari, Kepolisian Negara Bagian Markas Besar Kepolisian Cremona menempatkan seorang penggemar Inter Milan berusia 19 tahun [dari kelompok Viking] di bawah ‘penangkapan tertunda,’ setelah mengidentifikasinya sebagai orang yang bertanggung jawab atas pelemparan petasan,” ulas media Italia itu.
“Oleh karena itu, berbeda dengan apa yang awalnya muncul, bukan penggemar yang terkait dengan Inter Club San Marino, yang dirawat di rumah sakit setelah kehilangan tiga jari tangannya akibat ledakan petasan lain,” tambahnya.



